Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan mendalam dalam kehidupan sosial. Namun, saat ini, sebagian besar pekerja masih berada di luar revolusi ini. Banyak yang hanya "mendengar tentang AI" atau bereksperimen karena penasaran, gagal menyadari potensi sebenarnya dari AI dalam menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, memperluas kreativitas, dan meningkatkan pendapatan.

Berbeda dengan banyak publikasi tentang AI yang seringkali sangat teknis dan khusus, "Every Profession Needs AI" sejak awal diposisikan sebagai buku populer. Ini adalah karya panduan karier di dunia yang digerakkan oleh AI, di mana manusia dan teknologi bersama-sama menciptakan nilai berkelanjutan. Buku ini tidak memposisikan AI sebagai "saingan" manusia, tetapi lebih memandangnya sebagai asisten baru untuk semua profesi, yang memungkinkan pekerjaan yang lebih cerdas dan efisien.

Buku "Setiap Profesi Membutuhkan AI".

Yang membangkitkan rasa ingin tahu pembaca adalah bahwa penulis buku ini bukanlah seorang ahli pemrograman, melainkan seorang sutradara televisi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pembuatan konten.

Dengan isi yang dibagi menjadi dua bagian: "AI: Asisten Baru untuk Setiap Profesi" dan "Setiap Profesi Membutuhkan AI: 10 Pekerjaan Khas," perbedaan utama buku ini terletak pada pendekatan "praktis"-nya. Penulis tidak hanya menjelaskan AI tetapi juga membimbing pembaca langkah demi langkah tentang cara mempelajari dan menggunakannya. Pembaca ditunjukkan cara menulis prompt, meringkas dokumen, menghasilkan ide, menulis konten media sosial, atau bahkan menggunakan AI sebagai "asisten penulis iklan" untuk menghemat hingga 70% waktu menulis… Pendekatan praktis ini membuat buku ini lebih mirip kursus pelatihan praktis daripada buku teks teoretis.

Dengan gaya penulisan yang mudah dipahami, contoh-contoh yang jelas, dan pesan yang lugas dan mudah diakses, buku ini menawarkan kepada pembaca tidak hanya pengetahuan tetapi juga motivasi untuk perubahan. Di dunia yang digerakkan oleh AI, hal terpenting bukanlah berlomba melawan mesin, tetapi belajar bagaimana berkolaborasi dengan mereka.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/sach/cuon-sach-giup-hieu-dung-dung-dung-ai-1034507