KODE QR PADA POHON HUTAN
Bapak Do Truong Giang, Wakil Direktur Pusat Propaganda, Pariwisata, dan Penyelamatan Konservasi, Taman Nasional Bu Gia Map, mengatakan: “Hingga saat ini, seluruh sistem pohon warisan di Taman Nasional Bu Gia Map telah diberi kode QR. Ini bukan hanya peningkatan teknis sederhana, tetapi juga langkah strategis dalam proses transformasi digital yang terkait dengan pengembangan ekowisata. Melalui pemindaian kode QR, wisatawan dapat mengakses sumber pengetahuan yang kaya tentang setiap spesies pohon, mulai dari nama ilmiahnya , karakteristik biologis, area distribusi hingga nilai obat dan budayanya. Kami berharap ini dapat memenuhi kebutuhan informasi wisatawan yang semakin tinggi dan beragam, terutama kaum muda dan pelajar. Pada saat yang sama, ini juga merupakan cara untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi dan alam, membuat hutan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Kode QR akan menjadi alat untuk membuka pintu menuju pengetahuan, membantu kita tidak hanya melihat hutan tetapi juga memahami dan mencintainya lebih dalam.”
Di Taman Nasional Bu Gia Map, kode QR yang ditempelkan pada batang pohon membuka harta karun berupa pengetahuan yang kaya tentang flora taman tersebut.
Hanya dengan memindai kode QR pada pohon menggunakan ponsel pintar mereka, pengunjung dapat mengakses informasi detail tentang setiap spesies, mulai dari nama dan karakteristik biologis hingga kegunaan dan area distribusinya.
Pemasangan kode QR pada pepohonan hutan juga merupakan bagian dari strategi konservasi modern secara keseluruhan di Taman Nasional Bu Gia Map. Bapak Hoang Anh Tuan, Wakil Direktur Badan Pengelola Taman Nasional Bu Gia Map, menyatakan: “Dalam konteks Revolusi Industri Keempat yang meresapi setiap aspek kehidupan, kami menyadari bahwa penerapan teknologi informasi untuk perlindungan hutan dan konservasi keanekaragaman hayati merupakan tren yang tak terhindarkan. Penerapan kode QR pada spesies pohon tidak hanya membantu wisatawan mengakses informasi tentang pepohonan hutan dengan mudah dan cepat, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarkan semangat pelestarian sumber daya alam. Alih-alih papan nama kayu yang monoton, wisatawan sekarang dapat mengidentifikasi pohon, memahami kegunaannya, dan mengetahui status distribusinya hanya dengan menggunakan ponsel pintar mereka.”
Ke depannya, kami akan terus meningkatkan sistem data, memperluas kode QR untuk mencakup lebih banyak spesies pohon, dan mengintegrasikan konten digital tambahan seperti panduan audio dan video . Tujuannya adalah untuk mengubah hutan menjadi museum hidup yang dinamis di mana setiap orang dapat secara aktif belajar, memahami, dan berbagi pengetahuan ekologi. Wakil Direktur Badan Pengelola Taman Nasional Bu Gia Map, HOANG ANH TUAN |
Pada tahun 2025, taman ini akan terus memperluas aktivitasnya dalam mendigitalisasi data biologis, meningkatkan sistem penunjuk arah, menerbitkan buku panduan untuk mengidentifikasi spesies pohon berharga dan tanaman obat di hutan, serta mengembangkan sistem informasi interaktif di sepanjang rute ekowisata . Ini adalah langkah-langkah persiapan penting menuju pembangunan model interpretasi lingkungan modern, yang menarik wisatawan melalui pengalaman langsung yang dipadukan dengan teknologi.
SETIAP WARGA NEGARA ADALAH PEMANDU
“Hanya dengan memindai kode QR, saya dapat membaca semua informasi mulai dari nama dan kegunaan hingga tempat pohon itu biasanya tumbuh. Ini tidak hanya membantu saya belajar sendiri tetapi juga memungkinkan saya untuk membagikannya dengan keluarga, teman, dan bahkan wisatawan jika saya berkesempatan untuk bepergian bersama mereka,” ungkap Tran Huyen Trang dari komune Bu Gia Map, distrik Bu Gia Map. Dari tindakan kecil, pengetahuan tentang alam menjadi lebih mudah diakses dari sebelumnya. Bagi anak muda seperti Trang, hutan bukan lagi negeri asing tetapi tempat untuk dijelajahi, dipelajari, dan diilhami. Dengan kode QR di batang pohon, siapa pun dapat menjadi pemandu hutan.
Penerapan teknologi kode QR pada pendidikan masyarakat juga merupakan cara untuk "membebaskan" informasi tentang hutan dari keterbatasan buku teks. Orang tidak perlu menghafal nama-nama ilmiah; mereka masih dapat menyampaikan cerita tentang hutan dengan memindai kode QR. Dari situ, pengetahuan tidak lagi menjadi domain eksklusif para peneliti atau pemandu, tetapi menjadi pengetahuan bersama, yang dapat diakses, dibagikan, dan disebarluaskan oleh semua orang.
Ibu Huynh Thu Thuy, seorang wisatawan dari komune Hung Thuan, kota Trang Bang, provinsi Tay Ninh, berbagi: “Sebagai seseorang yang sering bepergian untuk mencari pengalaman, saya benar-benar terkejut dan senang melihat kode QR terpasang di pepohonan di Taman Nasional Bu Gia Map. Ini adalah pendekatan yang sangat modern, tidak hanya membantu wisatawan mencari informasi dengan mudah tetapi juga menciptakan rasa inisiatif dan kegembiraan selama proses eksplorasi. Saya pikir ini adalah hal yang sangat penting dalam pendekatan ekowisata saat ini, terutama bermanfaat bagi siswa dan kaum muda. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan alam seperti ini membantu generasi muda mengakses pengetahuan dengan cara yang lebih visual dan mudah diingat. Hutan bukan lagi konsep abstrak tetapi menjadi ruang kelas terbuka, setiap batang pohon adalah pelajaran hidup, dan setiap perjalanan adalah kesempatan untuk belajar.”
Yang patut dipuji adalah kaum muda menjadi kekuatan pelopor. Anggota serikat pemuda, siswa, dan mahasiswa yang mengikuti wisata pendidikan tidak hanya menghafal informasi tetapi juga mengambil foto dan video untuk dibagikan di media sosial. Setiap unggahan merupakan cara untuk memperkenalkan hutan kepada masyarakat luas, bertindak sebagai pemandu menggunakan teknologi dan antusiasme mereka sendiri. Sesuai rencana untuk tahun 2025, Taman Nasional Bu Gia Map akan terus mengembangkan kolaborator pariwisatanya, memperkuat pelatihan keterampilan, menambah pengetahuan ekologi, dan mempromosikan komunikasi multi-platform. Tujuannya bukan hanya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tetapi juga untuk menciptakan kondisi bagi setiap warga negara untuk menjadi pemandu hutan dan bagian dari proses konservasi.
Dalam perjalanan melestarikan hutan, jika setiap warga adalah benih pengetahuan, maka kode QR adalah alat untuk membantu benih itu tumbuh. Dan ketika pengetahuan menjadi kekuatan bersama, hutan tidak akan lagi sendirian dalam perjalanannya untuk melindungi tanah, air, dan kehijauan seluruh wilayah perbatasan Tanah Air. Setiap kode QR yang terpasang di batang pohon bukan hanya tonggak yang menandai transformasi Taman Nasional Bu Gia Map, tetapi juga jembatan yang mendekatkan pengetahuan kepada masyarakat. Dari jejak langkah wisatawan hingga mata penuh antusiasme kaum muda, hutan tidak hanya dilihat tetapi juga dipahami, dihubungkan, dan dilestarikan dengan cara yang lebih modern daripada sebelumnya.
Sumber: https://baobinhphuoc.com.vn/news/4/172719/dau-an-so-giua-dai-ngan






Komentar (0)