Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Jejak budaya unik dalam aliran kepercayaan Vietnam

Buku "Taoisme dengan beberapa isu historis dan religius di Vietnam" karya Dr. Nguyen The Hung, yang diterbitkan oleh Truth National Political Publishing House, menyoroti peran Taoisme, khususnya sistem kuil Taoisme, selama periode pergolakan masyarakat Vietnam pada abad ke-16 dan ke-17.

Hà Nội MớiHà Nội Mới01/07/2025

Dalam sistem lembaga dan kepercayaan keagamaan masyarakat Vietnam, struktur seperti rumah komunal, pagoda, kuil, dan tempat suci telah dipelajari secara ekstensif dan menjadi simbol yang familiar dalam kesadaran masyarakat. Namun, kuil Tao, tempat pemujaan dewa-dewa Tao, hanyalah bagian yang hilang dalam gambaran keseluruhan tersebut.

pelatihan-guru.jpg
Buku ini menyoroti peran Taoisme dan sistem kuil Tao di negara kita. Foto: National Political Publishing House Truth

Dengan pengalaman penelitian dan lapangan selama bertahun-tahun, Dr. Nguyen The Hung memilih wilayah di sebelah barat Hanoi (dulunya bagian dari Xu Doai) sebagai titik fokus untuk mempelajari sistem kuil Tao seperti Kuil Hoi Linh, Kuil Hung Thanh, Kuil Linh Tien, dan Kuil Lam Duong... Dari perspektif sejarah keagamaan, beliau berkomentar: "Keberadaan kuil Tao di banyak tempat membuktikan bahwa lembaga keagamaan ini telah memainkan peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Vietnam."

Ini bukan hanya tempat untuk memuja dewa-dewa seperti Tam Thanh, Ngoc Hoang, dan Huyen Thien Tran Vu, tetapi juga tempat untuk menunjukkan kristalisasi dan keselarasan antara Taoisme dan kepercayaan rakyat Vietnam serta agama-agama besar lainnya seperti Konfusianisme dan Buddhisme. Menurut penulis, berkat keselarasan inilah Taoisme tidak lagi dianggap sebagai agama asing semata, melainkan telah terlokalisasi, terintegrasi, dan menyebar luas ke dalam kehidupan spiritual masyarakat Vietnam.

Salah satu temuan luar biasa dari buku ini adalah perubahan arsitektur kuil-kuil Tao dari waktu ke waktu. Jika pada abad ke-16, denah kuil sering berbentuk huruf Tam, maka pada abad ke-17, model arsitekturnya berubah menjadi huruf Cong yang melambangkan kekokohan, keseimbangan, dan introversi. Selain itu, sistem Aula Belakang dan Menara Lonceng, yang merupakan ciri khas kuil-kuil Tao pada periode ini, juga dianggap oleh penulis sebagai "jembatan transisi" menuju gaya arsitektur Pra-Buddha - Pasca-Saint yang populer di banyak peninggalan selanjutnya.

Tidak berhenti pada arsitektur, Dr. Nguyen The Hung juga mengklasifikasikan sistem arca yang disembah di kuil-kuil Tao menjadi empat kelompok: arca universal di kuil-kuil Tao; arca yang terdapat di beberapa kuil; arca yang hanya terdapat di beberapa kuil individual; dan sekelompok arca dengan karakter campuran Tao-Buddha. Analisis ini tidak hanya menunjukkan keragaman keyakinan, tetapi juga dengan jelas mencerminkan karakteristik toleran dan fleksibel dalam kesadaran beragama masyarakat Vietnam.

Buku ini juga menyajikan analisis mendalam tentang peran historis dan budaya Taoisme di masa-masa sulit. Penulis meyakini bahwa pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, ketika masyarakat Vietnam dilanda krisis ideologi, Konfusianisme perlahan-lahan kehilangan legitimasinya, dan Taoisme, dengan filosofi transendensi dan ketenangannya, menjadi tempat perlindungan spiritual bagi kaum intelektual dan mandarin.

Buku ini juga menekankan bahwa penelitian dan identifikasi yang tepat mengenai nilai-nilai kuil Tao tidak hanya memiliki signifikansi akademis, tetapi juga memiliki makna praktis yang mendalam dalam pengelolaan, pelestarian, dan promosi nilai warisan budaya nasional. Hal ini menjadi pengingat penting bagi para pengelola budaya dan peninggalan, serta masyarakat, untuk mengevaluasi kembali peran dan posisi suatu jenis warisan yang mulai terlupakan.

Sumber: https://hanoimoi.vn/dau-an-van-hoa-dac-sac-trong-dong-chay-tin-nguong-viet-nam-707691.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk