
Biarkan anak saya mengenal buku.
Di akhir pekan, bagian buku anak-anak di toko buku itu ramai dengan tawa dan celoteh anak-anak kecil. Beberapa bersembunyi di sudut, asyik membaca; yang lain mencari buku favorit mereka; beberapa baru belajar berjalan, mengagumi sampul buku dan dengan lembut menyentuh halaman-halamannya; dan beberapa menempelkan hidung mereka ke halaman-halaman, menghirup aroma buku baru.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya membacakan buku untuk mereka, atau yang keluarganya terlibat dalam kegiatan membaca, memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada teman sebaya mereka. Bagi banyak keluarga, ini adalah titik awal yang bagus untuk mendukung anak-anak mereka dalam mengembangkan kebiasaan membaca.
Penting untuk mengklarifikasi bahwa bagi anak-anak kecil, buku juga merupakan mainan—untuk dilihat, disentuh, diinteraksikan, dan terkadang bahkan disobek atau dikoyak. Oleh karena itu, memilih buku yang sesuai usia membutuhkan pertimbangan yang cermat tidak hanya dari segi isi tetapi juga bentuknya. Menyadari bahwa membangun kebiasaan membaca dan kecintaan terhadap buku adalah proses jangka panjang yang membutuhkan investasi serius, kami memahami bahwa membawa anak-anak kita ke toko buku dan membelikan buku untuk mereka hanyalah langkah pertama.
Di era sekarang, ketika buku anak-anak telah menjadi pasar yang dinamis dengan banyak genre untuk beragam kelompok usia, dongeng bukan lagi satu-satunya pilihan. Yang tetap tidak berubah adalah waktu yang dihabiskan untuk membacakan buku kepada anak-anak sebelum tidur, atau di waktu luang mana pun di siang hari. Itulah cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku.
Di tahun-tahun awal kehidupan mereka, anak-anak terhubung secara erat dengan orang tua mereka. Alih-alih mengatakan bahwa buku menumbuhkan kasih sayang, lebih tepat untuk mengatakan bahwa cinta yang dimiliki anak-anak terhadap orang tua mereka disampaikan melalui media pengikat ini: buku.
Mulai dari titik ini, di luar perannya sebagai mainan, buku tersebut memiliki lapisan makna lain, yang terkait dengan momen-momen hangat dan penuh sukacita yang dihabiskan bersama ayah, dengan suara penuh kasih sayang dari ibu, sehingga menjadi teman berharga dengan ikatan yang jauh lebih dalam. Inilah saat buku benar-benar hadir dan terjalin dengan kehidupan seorang anak di tahap awal.
Kegembiraan membaca buku
Jadi, apa sebenarnya yang membuat buku begitu menyenangkan? Pertama, itu adalah cerita-cerita yang lucu dan jenaka, mulai dari ilustrasi hingga alur ceritanya. Jika anak-anak berhenti untuk tertawa saat membaca, merasa senang, dan menikmati membacanya berulang kali sambil tertawa terbahak-bahak, maka itu sudah merupakan sebuah keberhasilan.
Selanjutnya, kebahagiaan datang ketika rasa ingin tahu terpuaskan, dan anak-anak dapat belajar tentang bidang dan topik yang mereka sukai. Beberapa anak sangat menyukai buku tentang dinosaurus, beberapa memeluk buku tentang mobil untuk tidur, dan beberapa menghargai buku geografi mereka seperti harta berharga… Jadi, mulailah dengan buku tentang topik yang disukai anak Anda.
Kegembiraan secara alami akan mendorong anak-anak untuk mencari buku-buku untuk dibaca berulang kali; tawa membantu mereka mengingat cerita dan mempelajari pengetahuan dengan cepat. Pada titik ini, tidak perlu memaksa mereka; anak-anak secara alami akan mendekati buku, membangun koneksi, dan memulai perjalanan membaca sebagai petualangan yang menarik.
Anak-anak bukanlah orang dewasa mini, jadi mereka tidak dapat memulai petualangan membaca yang efektif tanpa bimbingan orang dewasa. Lantas, apa yang harus dilakukan orang dewasa? Peran orang tua dalam menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak sangat penting, dan keberhasilan tidak dapat dicapai dalam semalam.
Saat anak-anak masih kecil, orang tua perlu membeli buku yang sesuai dengan usia mereka dan meluangkan waktu untuk membacakan buku kepada mereka, membangun koneksi pertama. Seiring bertambahnya usia anak, orang tua harus terus berinvestasi pada buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat mereka sehingga mereka dapat menikmati membaca. Kecintaan membaca juga membutuhkan anak-anak untuk terpapar banyak buku setiap hari; jika mereka tidak menemukan sesuatu yang ingin mereka baca, akan sulit bagi mereka untuk mengembangkan minat membaca. Ajak anak-anak Anda ke perpustakaan atau toko buku secara teratur, dan di rumah, sediakan beberapa rak buku yang dipilih dengan cermat sehingga mereka dapat dengan bebas memilih apa yang ingin dibaca.
Di samping itu, menciptakan lingkungan membaca yang positif bagi anak-anak juga sangat penting. Anak-anak tidak dapat membaca buku ketika orang tua mereka terpaku pada ponsel mereka, dan mereka juga tidak dapat memprioritaskan buku ketika orang tua mereka memberi mereka iPad dengan ribuan godaan untuk membuat mereka diam.
Psikolog Nguyen Tu Anh membagikan perspektifnya: Untuk menumbuhkan kecintaan membaca, diperlukan kombinasi antara membangun kebiasaan sejak usia dini (dengan cara yang menyenangkan) dan belajar melalui pengamatan lingkungan (perilaku yang dipelajari).
Jelaslah, lingkungan membaca yang bebas dikombinasikan dengan disiplin ketat dalam penggunaan perangkat elektronik merupakan salah satu prasyarat agar anak-anak kecil dapat menikmati membaca.
Sumber: https://baodanang.vn/de-tre-con-yeu-thich-viec-doc-3333316.html






Komentar (0)