Lokakarya ini diselenggarakan untuk mengkonkretkan semangat Resolusi No. 45-NQ/TW tentang peningkatan peran intelektual dan Resolusi No. 57-NQ/TW dari Politbiro tentang terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital nasional.
Kamerad Ngo Dong Hai, Wakil Kepala Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat, hadir dan menyampaikan pidato yang menguraikan isi lokakarya tersebut. Hadir pula perwakilan dari Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, Akademi Politik Regional II, serta para ahli dan ilmuwan dari Vietnam dan luar negeri.

Untuk memandu isi lokakarya, Wakil Kepala Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat, Ngo Dong Hai, menyarankan agar para delegasi fokus pada diskusi dan klarifikasi lima area kunci. Pertama, mengklarifikasi dasar teoritis dan praktis kebijakan visa talenta dalam konteks baru. Kedua, melakukan studi ilmiah dan komprehensif tentang pengalaman negara-negara pelopor seperti Singapura (dengan program RIE-nya), Tiongkok, Korea Selatan, dan India untuk mengambil pelajaran tentang desain kebijakan, implementasi, dan pengembangan ekosistem talenta, serta menemukan model visa talenta yang unggul, terbuka, dan sesuai dengan karakteristik kelembagaan Vietnam. Ketiga, mengusulkan model kebijakan yang sesuai untuk Vietnam yang bergeser dari pola pikir "menarik" ke pola pikir "kompetisi talenta global", merancang mekanisme visa talenta yang terbuka dan kompetitif, dan mengembangkan paket kebijakan komprehensif (meliputi visa, izin tinggal, pendapatan, dan lingkungan hidup). Keempat, mengusulkan solusi terobosan, termasuk membangun ekosistem inovasi seperti "klaster inovasi" dan "kota talenta" yang terkait dengan pusat-pusat universitas utama; kelima, menarik talenta dari luar negeri harus berjalan seiring dengan membina dan mengembangkan talenta domestik.
“Saya mengusulkan agar para delegasi melakukan analisis mendalam tentang: menyempurnakan institusi untuk menciptakan terobosan dalam strategi pelatihan talenta penelitian sejak tingkat universitas. Mekanisme khusus untuk mendukung pusat pendidikan besar seperti Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City agar dapat memainkan peran penting dalam membangun ekosistem talenta nasional. Secara khusus, diperlukan strategi untuk mengembangkan sumber daya manusia pelayanan publik, terutama sumber daya manusia berkualitas tinggi yang sesuai dengan model pemerintahan daerah modern dan daerah minoritas etnis serta daerah pegunungan, untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” tegas Wakil Kepala Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat.

Dalam presentasinya mengenai pengembangan sumber daya manusia berteknologi tinggi, Profesor Nguyen Thi Thanh Mai, Direktur Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City, menekankan: "Visa talenta tidak boleh hanya dipandang sebagai kebijakan imigrasi sederhana. Visa ini harus dilihat sebagai alat strategis dalam persaingan nasional untuk mendapatkan talenta, dan sebagai 'gerbang' untuk membantu Vietnam terhubung dengan arus pengetahuan global. Dalam konteks transformasi digital dan persaingan teknologi yang kuat, kualitas sumber daya manusia akan menentukan daya saing dan kecepatan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan, penelitian ilmiah, dan inovasi harus dianggap sebagai prioritas utama."
Menurut Direktur Universitas Nasional Vietnam Kota Ho Chi Minh, pengalaman dari banyak negara menunjukkan bahwa untuk menarik para ahli dan ilmuwan internasional, selain kebijakan insentif, perlu dibangun ekosistem inovasi yang komprehensif. Ekosistem ini mencakup lingkungan akademik yang terbuka, fasilitas penelitian modern, peluang kerja sama internasional, dan kualitas hidup yang layak bagi karyawan dan keluarga mereka.
Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City (VNU-HCM) mengusulkan perlunya mekanisme khusus untuk menarik dan mempertahankan talenta di bidang teknologi tinggi seperti AI, semikonduktor, big data, dan otomatisasi. Bersamaan dengan itu, kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan dunia usaha dianggap sangat penting untuk melatih sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan pembangunan baru.

Berdasarkan pengalaman praktis, Dr. Cheong Wei Yang, Wakil Rektor Universitas Manajemen Singapura, menyampaikan bahwa pada periode 2026-2030, Singapura akan menginvestasikan US$37 miliar untuk menarik talenta, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital. Selain berinvestasi dalam proyek-proyek startup, Singapura juga berupaya menarik kembali para ilmuwan ke negara tersebut, dan merekrut tenaga peneliti yang kompeten dari berbagai perusahaan untuk berkolaborasi dengan universitas dan lembaga penelitian.
Para ahli dan ilmuwan mempresentasikan makalah yang membahas bagaimana Vietnam membuka diri terhadap pengetahuan global; bagaimana Vietnam menciptakan lingkungan bagi talenta domestik dan asing untuk berkontribusi; bagaimana Negara, sekolah, dan bisnis bekerja sama untuk menciptakan kemampuan pembangunan baru; dan bagaimana kita mempersiapkan fondasi sumber daya manusia untuk Vietnam yang berkembang pesat, berkelanjutan, mandiri, dan kuat.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/de-xuat-chinh-sach-dot-pha-de-viet-nam-thu-hut-nhan-tai-post853544.html








Komentar (0)