Salah satu bentuk puasa intermiten yang populer saat ini adalah bergantian antara periode makan dan tidak makan selama sehari atau seminggu, menurut situs web kesehatan Verywell Health .
Ashley Baumohl, seorang ahli diet terdaftar di AS, mengatakan bahwa jika dilakukan dengan benar, puasa dapat memberikan banyak manfaat nyata bagi kesehatan secara keseluruhan.
Pengendalian gula darah
Puasa intermiten adalah cara efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Pada penderita pradiabetes, kadar gula darah dan trigliserida menurun secara signifikan setelah menerapkan metode ini.

Puasa intermiten dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Foto: AI
Membantu mengurangi peradangan
Puasa juga dapat membantu mengurangi peradangan kronis, salah satu penyebab dari banyak penyakit serius.
Ketika tingkat peradangan dalam tubuh menurun, sistem kekebalan tubuh berfungsi lebih baik, membantu mencegah penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular atau gangguan metabolisme.
Menurut penelitian, puasa intermiten jangka panjang secara signifikan menurunkan penanda inflamasi dalam darah dan mengurangi faktor risiko kardiovaskular.
Menurunkan berat badan
Salah satu manfaat puasa yang jelas adalah membantu penurunan berat badan. Ketika tubuh tidak menerima energi selama periode tertentu, tubuh akan menggunakan lemak yang tersimpan sebagai energi.
Selain itu, puasa membantu mengatur hormon yang mengontrol rasa lapar, sehingga mendukung pengurangan konsumsi makanan.
Orang yang mengikuti diet ini dapat menurunkan berat badan rata-rata 3 hingga 5 kg dalam waktu sekitar 10 minggu.
Meningkatkan kadar hormon pertumbuhan alami.
Kadar hormon pertumbuhan alami dalam tubuh memainkan peran penting dalam menjaga massa otot, membakar lemak, meningkatkan metabolisme, dan memperlambat penuaan.
Setelah berpuasa hanya selama 24 jam, kadar hormon pertumbuhan meningkat secara signifikan dan dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat jika periode puasa sedikit lebih lama.
Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
Makan setiap dua hari sekali membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol total, dan kolesterol LDL, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, terutama pada individu yang obesitas atau memiliki berat badan rata-rata.
Neuroproteksi
Metode ini membantu mendukung fungsi sel saraf, menjaga fungsi kognitif, dan berpotensi mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Puasa intermiten dapat membantu mengurangi risiko kanker tertentu dengan meningkatkan fungsi metabolisme dan mengontrol berat badan secara efektif.
Foto: AI
Mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu.
Puasa dapat membantu mengurangi risiko kanker tertentu dengan meningkatkan fungsi metabolisme dan mengontrol berat badan secara efektif.
Menjaga gaya hidup sehat yang dikombinasikan dengan puasa yang tepat akan menghasilkan pencegahan penyakit yang lebih baik.
Memperpanjang umur
Selain itu, puasa yang tepat dapat berkontribusi pada umur yang lebih panjang dan menjaga kesehatan yang baik dalam jangka panjang.
Mekanisme ini bekerja dengan mengurangi risiko penyakit kronis terkait usia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mikrobioma usus, dan proses anti-penuaan alami tubuh.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berpuasa
Anda perlu memilih metode puasa yang sesuai dengan gaya hidup dan kesehatan pribadi Anda.
Sebelum memulai puasa, Anda harus minum cukup air, mengonsumsi makanan bergizi, dan memulai dengan metode sederhana agar tubuh Anda dapat menyesuaikan diri secara bertahap.
Selama periode puasa, lakukan aktivitas ringan dan berhenti jika Anda merasa lelah atau mengalami ketidaknyamanan.
Namun, puasa intermiten dapat memiliki beberapa efek samping seperti sakit kepala, rasa lapar, pusing, mudah tersinggung, kelelahan, dan dehidrasi. Efek samping ini lebih umum terjadi pada orang yang berpuasa terlalu lama atau dengan cara yang salah.
Selain itu, beberapa kelompok sebaiknya menghindari puasa total, termasuk wanita hamil atau menyusui, lansia, anak-anak, orang dengan riwayat gangguan makan, dan mereka yang sedang mengonsumsi obat resep.
Sebelum memulai bentuk puasa apa pun, Anda harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk memastikan bahwa hal tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Sumber: https://thanhnien.vn/dieu-gi-xay-ra-voi-co-the-khi-ban-nhin-an-185250804235335224.htm









Komentar (0)