Kartu identitas warga negara dapat terus digunakan hingga masa berlakunya habis.
Pada rapat yang melaporkan tentang penjelasan, penerimaan dan revisi rancangan undang-undang, Panitia Tetap Majelis Nasional menyetujui mayoritas pendapat yang mendukung nama Undang-Undang Identitas dan nama Kartu Tanda Penduduk.
Dengan demikian, penggunaan nama Undang-Undang Identitas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan jelas menunjukkan sifat ilmiahnya , akan mencakup ruang lingkup pengaturan, subjek penerapan undang-undang ini meliputi warga negara Vietnam dan orang-orang keturunan Vietnam yang bermukim di Vietnam tetapi belum ditentukan kewarganegaraannya, sesuai dengan sifat dan tujuan pengelolaan identitas Negara kita; metode pengelolaan di masa revolusi 4.0, membangun pemerintahan digital dan masyarakat digital.
Menurut Komite Tetap Majelis Nasional, penggunaan nama KTP sebagaimana dalam rancangan undang-undang ini sudah tepat dan akan mencakup informasi identitas warga negara secara menyeluruh. Selain itu, perluasan dan integrasi informasi yang lebih lengkap ke dalam KTP bertujuan untuk mencapai tujuan pengelolaan identitas negara yang lebih komprehensif dan lengkap, sekaligus memudahkan masyarakat dalam menggunakan informasi pribadi. Pengubahan nama KTP sebagaimana dalam rancangan undang-undang ini tidak menimbulkan prosedur atau biaya bagi masyarakat untuk mengganti kartu.
![]() |
Rancangan Undang-Undang Identitas Diri menetapkan bahwa kartu identitas warga negara yang diterbitkan sebelum tanggal berlakunya undang-undang ini berlaku hingga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kartu. Warga negara diperbolehkan menukarkannya dengan kartu identitas jika diminta. Kartu identitas yang masih berlaku dapat digunakan hingga 31 Desember 2024.
Dokumen hukum yang diterbitkan dengan menggunakan informasi dari kartu identitas dan kartu tanda penduduk tetap sah. Badan pengelola negara tidak boleh menetapkan prosedur tersendiri untuk mengubah atau menyesuaikan informasi pada kartu identitas dan kartu tanda penduduk dalam dokumen yang diterbitkan.
Memperjelas tanggung jawab instansi pengelola dalam penguncian dan pembukaan kunci kartu identitas elektronik
Selain nama, beberapa delegasi Majelis Nasional menyarankan untuk mempertimbangkan dan mengevaluasi informasi yang ditambahkan ke Basis Data Kependudukan Nasional dan Basis Data Identitas secara cermat guna memastikan kerahasiaan informasi. Beberapa menyarankan untuk mengklasifikasikan bidang informasi guna memastikan logika, sains, dan kemudahan; mempertimbangkan bidang informasi guna memastikan stabilitas dan keteraturan.
Menurut Komite Tetap Majelis Nasional, perlu untuk memperluas dan mengintegrasikan lebih banyak informasi warga negara dan orang-orang asal Vietnam yang kewarganegaraannya belum ditentukan dalam basis data khusus ke dalam Basis Data Kependudukan Nasional dan Basis Data Identitas.
Pada saat yang sama, rancangan undang-undang tersebut menetapkan bahwa hanya bidang informasi yang didefinisikan secara jelas dalam praktik manajemen, sering digunakan, dan dibutuhkan dalam Basis Data Kependudukan Nasional yang akan diperbarui. Dari 7 bidang informasi tersebut, terdapat 7 bidang informasi yang wajib diisi oleh masyarakat jika bidang informasi tersebut tidak ada atau tidak lengkap.
Bidang informasi yang tersisa adalah informasi untuk memastikan hak warga negara saat menggunakan utilitas dan nilai yang disediakan oleh Basis Data Kependudukan Nasional; informasi ini akan diperbarui melalui penyediaan sukarela oleh warga negara dan dibagikan melalui basis data khusus untuk melayani transaksi administratif dan sipil.
![]() |
Pasal 16 RUU tersebut menetapkan bahwa informasi biometrik DNA dan suara dikumpulkan ketika seseorang secara sukarela memberikannya atau selama proses penyelesaian kasus sesuai dengan fungsi dan tugas yang ditetapkan. Instansi yang melakukan proses atau instansi yang mengelola orang yang dikenai tindakan penanganan administratif yang meminta penilaian atau mengumpulkan informasi biometrik DNA dan suara orang tersebut wajib membagikan informasi dan data tersebut kepada instansi pengelola identitas untuk memperbarui Basis Data Identitas.
Berdasarkan pendapat anggota DPR dan setelah melalui penelaahan dan penilaian terhadap isi rancangan Undang-Undang tersebut, Panitia Tetap DPR berpendapat bahwa ketentuan mengenai penguncian dan pembukaan kunci kartu tanda penduduk elektronik atas permintaan badan, organisasi, dan perseorangan pemberi jasa sebagaimana dalam rancangan Undang-Undang tersebut tidak beralasan dan dapat mengakibatkan pelanggaran hak asasi warga negara serta menimbulkan kerugian bagi warga negara.
Oleh karena itu, Panitia Tetap Majelis Nasional menghapus sejumlah ketentuan terkait penguncian dan pembukaan kunci kartu identitas elektronik; merevisi sejumlah isi rancangan undang-undang; dan sekaligus merancang klausul tambahan untuk memperjelas tanggung jawab badan pengelola identitas dalam penguncian dan pembukaan kunci kartu identitas elektronik warga negara.
Berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, pemblokiran kartu identitas elektronik harus segera diberitahukan kepada orang yang kartunya diblokir. Pembukaan kunci harus dilakukan paling lambat dalam 2 hari kerja. Kepala Badan Pengelola Identitas Diri Kementerian Keamanan Publik berwenang untuk mengunci dan membuka kunci kartu identitas elektronik. Pemerintah akan menetapkan prosedur penguncian dan pembukaan kunci kartu identitas elektronik.
Sumber
Komentar (0)