Bagi manusia, menyikat gigi tetap merupakan kebiasaan yang sangat penting, tetapi memahami dan menyesuaikan pola makan kita sama pentingnya dalam melindungi senyum kita. Dan bagi hewan, menjaga habitat dan pola makan alami tetap menjadi kunci kesehatan mereka tanpa perlu sikat gigi.
Menyikat gigi setiap hari mungkin merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, membantu menjaga kesehatan mulut dan mencegah penyakit terkait. Namun, hal ini tidak diperlukan bagi sebagian besar hewan. Citra bonobo dengan senyum sempurna telah membuat banyak orang bertanya-tanya: Mengapa hewan tidak perlu menyikat gigi, sementara kita tidak bisa hidup tanpanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, dokter gigi Peter Kertesz, yang memiliki pengalaman bertahun-tahun merawat gigi hewan di Kebun Binatang ZSL London dan banyak fasilitas lain di seluruh dunia , berbagi beberapa cerita menarik dari pekerjaannya.
Perawatan gigi untuk hewan liar
Peter Kertesz adalah salah satu dari sedikit dokter gigi di dunia yang berspesialisasi dalam perawatan gigi untuk hewan, mulai dari kucing, gajah, dan harimau hingga lumba-lumba dan kukang. Perjalanannya menjadi "dokter gigi hewan" dimulai secara kebetulan ketika ia menerima panggilan yang meminta perawatan gigi untuk seekor kucing kecil. Sejak itu, pekerjaan ini secara bertahap menjadi gairahnya. Ia berbagi, "Jika saya terus melakukan ini, saya ingin memiliki kemampuan yang lebih baik daripada siapa pun di dunia."
Bersama perawat gigi Monika Mazurkiewicz, Kertesz telah memberikan perawatan gigi kepada ratusan hewan. Daftar pasiennya mencakup spesies langka seperti gorila, lumba-lumba, walrus, kuda nil kerdil, dan badak. Pekerjaan ini tidak hanya membutuhkan keterampilan profesional tetapi juga pemahaman mendalam tentang habitat dan kebiasaan alami setiap spesies.
Beberapa hewan diketahui memiliki kemampuan untuk 'membersihkan' gigi mereka sendiri, tetapi teknik mereka sangat berbeda dari cara kita membersihkan gigi dengan sikat gigi. Selain itu, banyak hewan memiliki masa hidup yang lebih pendek daripada manusia. Oleh karena itu, masalah gigi seringkali tidak berkembang atau menjadi terlalu serius.
Mengapa hewan tidak perlu menyikat giginya?
Kertesz menjelaskan bahwa sebagian besar hewan tidak menderita gigi berlubang seperti manusia karena pola makan alami mereka. Di alam, hewan tidak mengonsumsi karbohidrat olahan—penyebab utama gigi berlubang pada manusia. Sebaliknya, mereka memakan makanan yang membersihkan diri sendiri, seperti rumput, daging mentah, atau buah-buahan alami, yang menjaga kesehatan gigi mereka.
Namun, di penangkaran, situasinya bisa lebih rumit. Hewan di kebun binatang seringkali memiliki umur yang lebih panjang karena perawatan yang lebih baik, tetapi mereka juga lebih rentan terhadap masalah gigi yang berkaitan dengan penuaan dan pola makan yang tidak sepenuhnya alami. Contoh utamanya adalah hyrax batu – hewan kecil yang hidup di lingkungan gurun. Mereka diberi makan buah di kebun binatang, makanan tinggi gula yang tidak alami bagi mereka, yang menyebabkan kerusakan gigi parah, infeksi, dan kerusakan organ dalam.
Tidak seperti manusia, hewan yang hidup di alam liar tidak mengonsumsi makanan yang dimasak. Baik itu herbivora, karnivora, atau keduanya, mereka hanya makan makanan mentah dan hanya minum air. Karena alasan ini, gigi mereka tidak berisiko mengalami erosi akibat makanan yang tinggi gula olahan atau minuman beraroma.
Menurut Kertesz, cedera gigi adalah masalah paling umum pada satwa liar, bukan gigi berlubang. Hewan yang sering menggigit, mengunyah benda keras, atau menggunakan giginya dalam perkelahian berisiko mengalami gigi atau struktur mulut yang patah, retak, atau rusak. Hewan besar, khususnya, seperti harimau, gajah, dan gorila, seringkali membutuhkan intervensi gigi yang kompleks untuk memperbaiki cedera ini.
Peran diet alami
Faktor penting dalam menjaga kesehatan mulut pada hewan adalah pola makan yang mendekati alami. Kertesz menekankan: “Mulut adalah gerbang menuju tubuh, dan gigi yang tidak sehat dapat memiliki konsekuensi signifikan bagi organ vital.” Memahami lingkungan dan pola makan yang sesuai untuk setiap spesies hewan sangat penting dalam menjaga kesehatan mulut mereka.
Di alam, hewan secara teratur mengikis giginya dengan mengunyah makanan kasar seperti tulang, kulit kayu, atau serat tumbuhan, yang membantu membersihkan giginya secara alami. Sebaliknya, di penangkaran, jika pola makan mereka tidak dikelola dengan cermat, hewan rentan terhadap masalah gigi yang serius.
Hewan herbivora, yang bergantung pada makanan mentah yang kaya serat (seperti sapi dan kerbau), perlu mengunyah makanan mereka dalam waktu yang sangat lama agar dapat mencernanya dengan benar. Dalam proses mengunyah makanan kaya serat ini, mereka juga secara tidak sengaja membersihkan gigi mereka.
Melalui karyanya, Kertesz menekankan pentingnya diet untuk kesehatan mulut. Meskipun manusia sering mengandalkan menyikat gigi dan praktik kebersihan gigi lainnya, hewan menunjukkan bahwa diet sehat dapat secara signifikan mengurangi risiko gigi berlubang dan masalah gigi lainnya.
Meskipun hewan tidak perlu disikat setiap hari, mereka tetap membutuhkan perawatan medis khusus untuk mengatasi masalah gigi jika muncul. Dan bagi Kertesz, melakukan operasi pada hewan bukan hanya tantangan profesional tetapi juga kesempatan untuk menjelajahi dan mempelajari lebih lanjut tentang keanekaragaman dunia alam.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/dong-vat-co-can-danh-rang-khong-172241231071451167.htm







Komentar (0)