
Baru-baru ini, lebih dari 200 mahasiswa Vietnam, bersama dengan mahasiswa internasional dari Amerika Serikat, Tiongkok, Laos, dan Australia, berkesempatan untuk mengakses, mempelajari, dan mengalami langsung seni Tuong (opera klasik Vietnam) melalui serangkaian kegiatan interaktif yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan bekerja sama dengan Grup Seni Tuong Nguyen Hien Dinh (Teater Seni Tradisional Da Nang).
Ketika Tuong memasuki ruang kuliah
Berbeda dengan pertunjukan tradisional di panggung profesional, program ini dirancang untuk "mendekatkan Tuong kepada siswa," menciptakan lingkungan sekolah yang terbuka di mana kaum muda tidak hanya menjadi penonton pasif tetapi juga berpartisipasi langsung dalam proses mengeksplorasi bentuk seni ini.
Acara dibuka dengan pertunjukan cuplikan dari drama klasik "Thi Kinh - Thi Mau," yang menampilkan akting yang sangat bergaya, bahasa tubuh yang ekspresif, dan musik khas Tuong (opera klasik Vietnam). Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa internasional, mengungkapkan kegembiraan mereka atas gaya bercerita yang unik dan ekspresif dari bentuk seni teater tradisional Vietnam ini.
Selain menikmati pertunjukan, para siswa juga berpartisipasi dalam kegiatan untuk mempelajari tentang Tuong (opera klasik Vietnam) melalui mini-game "Tuong - Jalan - Perjalanan - Perbuatan," berinteraksi dengan para seniman melalui sesi tanya jawab, dan merasakan pengalaman melukis topeng Tuong, salah satu elemen visual penting yang membentuk identitas bentuk seni ini.
Menurut Seniman Rakyat Phan Van Quang, Kepala Grup Opera Tradisional Nguyen Hien Dinh, menyelenggarakan program di lingkungan sekolah sangat penting dalam konteks seni tradisional yang menghadapi banyak tantangan dalam menjangkau penonton muda.
"Opera tradisional Vietnam (Tuong) adalah bentuk seni yang sangat berbobot dan membutuhkan kondisi yang tepat bagi penonton untuk memahami dan menghargainya. Ketika diperkenalkan ke sekolah, terutama universitas, Tuong bukan lagi sesuatu yang asing, melainkan menjadi pengalaman budaya yang dinamis dan mudah diakses," ujar Bapak Quang.
Menurut Bapak Quang, menggabungkan pertunjukan dengan pengalaman praktis seperti melukis topeng dan mempelajari makna melodi serta gerakan telah membantu siswa mendekati Tuong (opera klasik Vietnam) melalui berbagai indra, sehingga menciptakan kesan yang lebih dalam dan lebih abadi.
Pendidikan budaya melalui pengalaman
Menurut Dr. Ho Tran Ngoc Oanh, Kepala Fakultas Sastra dan Komunikasi, Universitas Pendidikan - Universitas Da Nang, program ini merupakan bagian dari mata kuliah Organisasi Acara, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih dan mengembangkan keterampilan penyelenggaraan acara melalui pengalaman praktis.
“Ketika mahasiswa berinteraksi langsung dengan seniman, mengamati, mempelajari, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan Tuong (opera klasik Vietnam), mereka tidak hanya mengasah keterampilan penyelenggaraan acara seperti penulisan naskah, koordinasi kegiatan, kerja tim, dan komunikasi acara budaya, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bentuk seni tradisional ini dalam konteks kontemporer,” tegas Dr. Ho Tran Ngoc Oanh.
Menurut Dr. Ho Tran Ngoc Oanh, inti dari program ini adalah agar siswa belajar melalui pengalaman, membantu mereka mengubah pengetahuan menjadi keterampilan profesional sekaligus menumbuhkan apresiasi, pelestarian, dan penyebaran nilai-nilai budaya nasional.
Secara khusus, bagi mahasiswa internasional, program ini menawarkan kesempatan untuk merasakan budaya Vietnam secara visual, hidup, dan kaya akan emosi, sehingga berkontribusi dalam mempromosikan citra budaya Da Nang khususnya dan Vietnam pada umumnya kepada masyarakat internasional.
Puncak dari program ini adalah pengalaman langsung melukis topeng Tuong (opera klasik Vietnam). Para seniman secara langsung mendemonstrasikan setiap langkah proses tata rias, menjelaskan makna setiap warna dan garis pada wajah karakter, mulai dari protagonis yang saleh dan setia hingga pejabat yang khianat dan peran komedi rakyat. Para siswa diundang untuk berpartisipasi dalam praktik ini, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kedalaman estetika dan pemikiran simbolis seni Tuong.
Suasana yang semarak dan antusiasme menyelimuti auditorium, menunjukkan daya tarik seni tradisional ketika disajikan dengan cara yang sesuai dengan selera kaum muda.
Khampheng Phomma, seorang mahasiswa dari Laos, berbagi rasa terkejut dan gembiranya atas bentuk seni tradisional Vietnam ini, yang ia temui untuk pertama kalinya.
“Saya sangat terkesan dengan riasan dan ekspresi karakter Tuong. Setiap warna dan garis di wajah memiliki maknanya sendiri. Ketika para seniman menjelaskan dan saya sendiri yang melukis topeng-topeng itu, saya merasa lebih memahami Tuong,” kata Khampheng.
Menurut Khampheng, kegiatan-kegiatan seperti itu tidak hanya membantu mahasiswa internasional mempelajari lebih lanjut tentang budaya Vietnam, tetapi juga menciptakan koneksi dan pertukaran budaya di antara mahasiswa dari berbagai negara yang belajar di Da Nang.
Dapat dikatakan bahwa "Mendengarkan Kisah Opera Tradisional" bukan hanya program pertunjukan seni, tetapi juga model pendidikan budaya yang efektif, berkontribusi untuk membawa kembali seni tradisional ke kehidupan kontemporer, terutama dalam lingkungan sekolah multikultural seperti Universitas Pendidikan - Universitas Da Nang.
Dalam konteks integrasi internasional yang semakin mendalam, kegiatan-kegiatan seperti ini berfungsi sebagai jembatan untuk memastikan bahwa seni Tuong – warisan budaya bangsa yang berharga – terus dilestarikan, disebarluaskan, dan diwariskan kepada generasi muda saat ini dan di masa mendatang.
Sumber: https://baodanang.vn/dua-tuong-den-voi-sinh-vien-3317137.html







Komentar (0)