Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Lepaskan arus investasi.

Informasi yang menarik perhatian publik adalah penerbitan Keputusan Pemerintah Nomor 66.3/2025/NQ-CP tanggal 15 September 2025 tentang penghapusan dan penyelesaian hambatan pelaksanaan proyek pada periode ketika Rencana Tata Guna Lahan Nasional periode 2021-2030, dengan visi hingga 2050, belum disetujui untuk penyesuaian.

Hà Nội MớiHà Nội Mới22/09/2025

Resolusi tersebut dipandang sebagai "pintu gerbang" untuk membuka jalan bagi aliran investasi.

Salah satu aspek penting dari resolusi ini adalah memungkinkan provinsi dan kota untuk mengalokasikan kuota penggunaan lahan kepada unit administrasi tingkat komune setelah reorganisasi, tanpa terikat oleh kuota nasional yang telah dialokasikan berdasarkan Resolusi No. 39/2021/QH15 Majelis Nasional . Regulasi ini membuka ruang yang signifikan bagi daerah untuk secara proaktif mengalokasikan lahan sesuai dengan kebutuhan praktis, alih-alih dibatasi oleh kerangka kuota yang kaku.

Lebih lanjut, resolusi ini juga memperjelas cara menangani konflik dan tumpang tindih antara berbagai jenis perencanaan. Jika suatu proyek telah diidentifikasi dalam rencana sektoral dan sesuai dengan perencanaan tata guna lahan, perkotaan, atau pedesaan, otoritas yang berwenang diperbolehkan untuk menggunakannya sebagai dasar untuk pengadaan lahan, alokasi, penyewaan, atau konversi tujuan penggunaan lahan sesuai dengan Undang-Undang Pertanahan. Ini merupakan langkah penting untuk mengakhiri situasi "perencanaan yang tertunda" dan penundaan proyek yang berkepanjangan karena kurangnya keseragaman. Dengan demikian, dokumen ini tidak hanya bersifat teknis administratif tetapi juga berdampak langsung pada lingkungan investasi. Ketika peraturan menjadi lebih jelas, lebih transparan, dan lebih praktis, kepercayaan bisnis dan investor akan diperkuat, sehingga mendorong aliran modal ke infrastruktur, industri, dan jasa.

Di bidang pembangunan perkotaan, khususnya perumahan sosial, Resolusi No. 66.3/2025/NQ-CP membuka peluang bagi daerah untuk secara proaktif mengalokasikan lahan guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Dengan prosedur yang disederhanakan untuk pengadaan, alokasi, dan konversi lahan, proyek perumahan sosial dapat diimplementasikan lebih cepat, sehingga berkontribusi pada pengurangan tekanan penduduk dan peningkatan kualitas kehidupan perkotaan.

Selain itu, dengan dibukanya kembali hambatan-hambatan terkait perencanaan, banyak proyek infrastruktur penting, mulai dari transportasi dan utilitas hingga telekomunikasi, dapat diimplementasikan lebih cepat. Dengan dibukanya kembali proyek-proyek ini, ekonomi lokal akan memiliki kesempatan untuk berkembang, berkontribusi pada pertumbuhan keseluruhan negara.

Agar resolusi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif, diperlukan upaya terkoordinasi dari berbagai tingkatan, sektor, dan daerah. Sangat penting bagi kementerian dan sektor terkait, khususnya Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Konstruksi, untuk segera mengeluarkan pedoman yang spesifik dan jelas mengenai metode implementasi, sekaligus memperkuat inspeksi dan pengawasan; serta melaporkan setiap masalah yang muncul secara tepat waktu.

Di tingkat provinsi, pemerintah daerah harus segera meninjau perencanaan provinsi untuk periode 2021-2030 yang telah disetujui sebelum 1 Juli 2025, dan mengembangkan rencana untuk mengalokasikan target penggunaan lahan secara tepat untuk setiap komune, kelurahan, dan zona khusus setelah reorganisasi. Transparansi dalam alokasi merupakan persyaratan wajib, baik untuk memastikan keadilan maupun untuk memfasilitasi pengawasan oleh warga dan pelaku usaha.

Unit administrasi tingkat komune perlu secara proaktif mengembangkan rencana penggunaan lahan tahunan, yang terkait dengan realitas lokal. Survei lahan, inventarisasi, dan pemetaan kadaster harus akurat untuk menghindari pemborosan atau perselisihan di masa mendatang.

Dari perspektif organisasi dan individu yang menggunakan lahan, tanggung jawab tidak hanya terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan; tetapi juga mencakup tindakan proaktif. Bisnis dan investor perlu mematuhi rencana tata guna lahan tingkat provinsi dan komune, serta bekerja sama erat dengan lembaga pengelola untuk mempersingkat jangka waktu, mengurangi biaya, dan memastikan proyek dilaksanakan dengan benar dan berkelanjutan.

Resolusi No. 66.3/2025/NQ-CP, yang dikeluarkan tepat waktu, akan mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam pengelolaan dan penggunaan lahan saat ini. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh dari dokumen ke praktik, yang membutuhkan tindakan tegas dari semua tingkatan pemerintahan, serta tanggung jawab dan kerja sama dari dunia usaha dan masyarakat.

Sumber: https://hanoimoi.vn/giai-phong-dong-chay-dau-tu-716963.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Sekilas tentang kehidupan di Kota Ho Chi Minh.

Sekilas tentang kehidupan di Kota Ho Chi Minh.

MEMBAWA PENGETAHUAN MENAIK GUNUNG

MEMBAWA PENGETAHUAN MENAIK GUNUNG

Thung Nai

Thung Nai