
Menurut pengumuman dari Kementerian Pendidikan Singapura, dialog tersebut dimulai pada bulan April dan akan berlanjut hingga tahun 2026 dan 2027. Warga dapat berpartisipasi secara langsung atau menyampaikan pendapat mereka secara daring dalam bahasa Inggris dan bahasa asli mereka.
Diskusi tersebut berfokus pada pengurangan tekanan ujian, khususnya peran Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (PSLE) dalam penempatan siswa ke sekolah menengah pertama. Selain itu, Kementerian Pendidikan Singapura juga akan mempertimbangkan peningkatan program Pendaftaran Langsung Sekolah (DSA), peningkatan pendidikan karakter dan kewarganegaraan, serta perluasan kegiatan ekstrakurikuler untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan hidup dan nilai-nilai pribadi.
Inisiatif ini pertama kali diumumkan pada bulan Januari sebagai bagian dari upaya untuk meninjau sistem pendidikan dan mengurangi persaingan akademis yang berlebihan, dalam konteks keinginan pemerintah Singapura untuk mengurangi tekanan ujian, mengekang "perlombaan pendidikan," dan mempromosikan pengembangan holistik siswa.

Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 28 Mei, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee menyatakan bahwa sistem pendidikan perlu terus berubah untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia menekankan perlunya mengurangi fokus yang berlebihan pada nilai akademik dan menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat berkembang secara lebih holistik.
Menurut Bapak Lee, diskusi dengan orang tua, pendidik, dan kaum muda sejak April telah menyoroti tekanan yang dihadapi siswa dalam mempersiapkan ujian PSLE dan program DSA. Banyak juga yang menyatakan keinginan agar kurikulum lebih fokus pada keterampilan praktis dan kemampuan beradaptasi. Sesi dialog pertama, yang dipimpin oleh Menteri Desmond Lee, akan berlangsung pada tanggal 27 Juni.
Bersamaan dengan dialog-dialog ini, Singapura juga meninjau sistem pendaftaran sekolah dasar untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang dan mendorong inklusi sosial.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/giam-ap-luc-thi-cu-singapore-lay-y-kien-nguoi-dan-10418826.html








Komentar (0)