

Di hari kerja, dermaga itu sunyi. Berdiri di tepi hamparan tanah yang luas, memandang seluruh pemandangan, awan dan air yang terlihat, seseorang merasakan kedamaian dan ketenangan yang luar biasa. Rentangkan tanganmu lebar-lebar untuk merangkul pelukan kasih sayang yang tak terbatas!
Tak mampu menyembunyikan kekaguman mereka terhadap keindahan alam, semua orang semakin terpukau oleh kisah teman sekelas mereka di SMA. Hari itu, lebih dari 30 tahun yang lalu, tragedi keluarga yang tiba-tiba memaksanya dengan berat hati meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke pedesaan tempat ia dibesarkan. Sungguh mengejutkan, tempat yang ia temukan adalah wilayah Ia Chim yang terpencil dan terisolasi.
Bagaimana mungkin dia melupakan dermaga feri kecil dan sempit yang telah menjadi begitu familiar dalam perjalanan hariannya? Awalnya, dia mengikuti para pria kuat berkulit cokelat yang dengan tekun bekerja di perahu-perahu tua reyot yang terombang-ambing di danau yang beriak. Beberapa hari mereka pergi ke ladang yang jauh untuk membersihkan, menanam, dan mengolah lahan; hari-hari lain mereka sibuk menebar jala dan menangkap ikan serta udang.
Ia teringat akan tetangga baik hati yang sering menyisihkan sebagian untuk keponakannya, kadang ikan kakap, kadang seikat udang. Di dermaga feri itulah ia pertama kali bertemu dengan mata gelap seorang gadis yang wajahnya hampir sepenuhnya tertutup cadar, dan kemudian pernikahan mereka pun terjalin. Kenangan akan dermaga feri itu tetap hidup karena, kemudian, ia dan teman-teman dekatnya mengumpulkan sumber daya mereka untuk membeli perahu besi pertama mereka, dengan tekun bekerja siang dan malam untuk menebar jala mereka.
Karena hari itu tidak ramai, semilir angin dari air biru jernih danau terasa lebih menyegarkan. Teman saya mengatakan dia merasa gembira menyambut teman-teman lama kembali ke tempat tercinta ini untuk pertama kalinya. Ia Chim telah banyak berubah sejak kedatangan pohon karet, tanaman kopi, dan pohon buah-buahan. Ia Chim menjadi lebih semarak sejak munculnya dermaga perahu.
Ke mana pun mereka pergi, masyarakat Gia Rai yang lahir di sini selalu bangga dengan tempat mereka dibesarkan. Tidak ada tempat lain yang seperti tanah ini, dengan tanahnya yang subur, sungai-sungai yang harmonis, aliran air, dan pegunungan. Dan waduk PLTA Ya Ly, yang terbentuk secara tidak sengaja, telah memberikan keindahan alami dan potensi yang kaya untuk pembangunan ekonomi di daerah terpencil ini. Tantangan pengurangan kemiskinan dan pembangunan komunitas pedesaan yang makmur dan progresif berhasil diatasi dari hari ke hari.
Ke mana pun Anda pergi, dermaga perahu wisata , yang dimiliki oleh salah satu koperasi pertama di Ia Chim, tetap menjadi destinasi unik, cukup kuat untuk menciptakan "merek" tersendiri. Bahkan saat permukaan air danau surut dari hari ke hari, perahu-perahu yang kokoh dan ceria itu masih dengan antusias berlayar.
Anda mengatakan bahwa mungkin belum pernah sebelumnya angin dan air danau begitu damai! Belum pernah sebelumnya tanah dan penduduk Ia Chim begitu dekat dengan tanah dan penduduk Ya Ly dan Ya Xier di distrik Sa Thầy!
Dan semakin banyak teman dan wisatawan dari dekat dan jauh yang datang ke Ia Chim.
Seperti teman-teman sekolah lama yang kini berusia lebih dari 60 tahun, mereka masih takjub dan terkesan dengan betapa bebas dan ramahnya angin dan perairan Ia Chim! Sambil mengobrol dengan penuh semangat di atas perahu yang hanyut di air, mereka dengan senang hati ikut serta dalam percakapan tentang membuka potensi pariwisata tempat ini.
Area pendaratan perahu Plei Weh secara bertahap mulai terbentuk, menjanjikan masa depan di mana desa wisata berbasis komunitas akan berpadu sempurna dengan lanskap alam yang masih alami, mengundang pengunjung untuk menjelajahinya.
Suasana di Ia Chim sangat mempesona, dengan semilir angin sepoi-sepoi dan air yang mengalir. Kegembiraan semakin bertambah dengan pemandangan cahaya terang yang perlahan muncul di sebelah barat, seperti gelombang sukacita yang menyambut. Bentuk jembatan, bagian dari proyek pembangunan jembatan dan jalan di kedua ujung dermaga perahu wisata Ia Chim, akan segera terbentuk. Proyek berskala besar ini, yang menghubungkan daerah terpencil kota Kon Tum di Jalan Provinsi 671 dengan Jalan Provinsi 675A di komune Ya Ly (distrik Sa Thầy), membuka peluang pertukaran dan menawarkan prospek yang menjanjikan untuk pembangunan sosial-ekonomi di wilayah dengan potensi signifikan yang secara bertahap mulai terungkap.
Angin dan air Danau Ia Chim bergemuruh penuh kegembiraan. Hatiku dipenuhi sukacita saat percakapan semakin memikat dan mengasyikkan. Bukan hanya dermaga perahu wisata hari ini; danau yang luas itu sendiri menawarkan banyak tempat persinggahan menjanjikan lainnya. Dengan perencanaan dan investasi yang tepat, potensi untuk menjadi destinasi ekowisata yang unik dan menarik sangat nyata.
Menurut THANH NHU (baokontum.com.vn)
Sumber: https://baogialai.com.vn/gio-nuoc-ia-chim-post326484.html






Komentar (0)