Tanpa terlalu teknis atau rumit secara melodi, "Sweetness in Love" memikat pendengar dengan bahasa musiknya yang familiar, ritme yang lembut, dan aransemen bernuansa jazz yang halus karya komposer Duc Thuy. Sejak baris pertama, "Betapa manisnya mencintai seseorang," pendengar dibawa ke ruang musik yang ringan, murni, dan sangat menyentuh.
Gaya bernyanyi klasik Hoang Tung membantu menyampaikan lirik secara utuh dan alami. Lagu ini tidak hanya berhenti pada emosi sehari-hari, tetapi memperluas konsep cinta dengan citra simbolis seperti "di bulan yang bermandikan sinar matahari," "menghitung jutaan bintang di tengah matahari," menciptakan ruang musik yang nyata sekaligus seperti mimpi.

Berbagi pemikirannya tentang lagu tersebut, Seniman Berprestasi Hoang Tung mengatakan bahwa ia selalu mencari ketulusan dan aliran emosi yang berkelanjutan dalam musik – tetapi harus menghindari terjebak dalam tren atau klise. Ini juga merupakan arah yang telah ia tempuh sepanjang perjalanan artistiknya, terutama melalui komposisi yang telah ia bawakan oleh Nguyen Thanh Trung seperti "Oh, Tanah Berbunga," "Aku Mencintai Ibuku," "Orang Tuaku Sudah Tua," "Ayah Meninggalkan Rumah untuk Anaknya," atau album "Kenangan Hanoi" ...
Alih-alih mengejar tren, Hoang Tung memilih untuk melakukan perubahan selektif agar tidak menjadi konservatif, sambil tetap mempertahankan identitas musiknya yang unik. Ia mengaku, "Saya harus selalu menjadi diri sendiri; saya tidak bisa selalu mengejar selera populer."
Selain perannya sebagai seniman pertunjukan, Hoang Tung saat ini bekerja di Radio Suara Vietnam dan mengajar di Universitas Kebudayaan dan Seni Militer. Ia juga secara rutin tampil dalam program pertunjukan tematik dan sedang mengerjakan proyek musik pribadi dengan arah yang konsisten, teliti, dan jelas.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/giong-ca-dat-mo-hoang-tung-say-dam-khi-hat-nhac-tinh-yeu-post806748.html









Komentar (0)