Di tengah perkembangan sepak bola akar rumput yang dinamis di wilayah Quy Nhon, nama Dang Quoc Dung telah menjadi familiar bagi banyak penggemar olahraga . Selama bertahun-tahun, setiap sore di Stadion Hoa Lu (kelurahan Quy Nhon), sosoknya dan murid-muridnya dari Akademi Vietfootball yang sibuk mempersiapkan bola dan peralatan sebelum latihan telah menjadi pemandangan yang familiar bagi banyak orang tua dan siswa.

Bagi Bapak Dung, alasan keterlibatannya dalam sepak bola komunitas berakar dari kepolosan dan kegembiraan murni anak-anak saat mereka berinteraksi dengan bola. Beliau berbagi: "Pada usia ini, anak-anak bermain sepak bola dengan riang gembira, sepenuh hati mengejar hasrat mereka, tanpa berfokus pada taktik atau prestasi. Hal itu membuat saya semakin bersemangat untuk menemani mereka dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang baik untuk perkembangan mereka."
Awal tahun ini, Akademi Sepak Bola Vietnam, di bawah kepemimpinannya, terus memperluas operasinya, dengan tetap mengadakan pelatihan di dua lokasi: lapangan sepak bola Komando Militer Provinsi (Kelurahan Quy Nhon Nam) dan lapangan sepak bola Kereta Api (Kelurahan Quy Nhon), yang menarik sekitar 100 siswa untuk pelatihan rutin. Saat ini, pusat tersebut memiliki lima pelatih yang mengajar bersamanya, sebagian besar adalah mantan pemain sepak bola, sehingga memiliki keahlian untuk membimbing teknik dan menangani situasi di lapangan.
Menurut Bapak Dung, pelatihan sepak bola komunitas bukan hanya tentang mengajarkan teknik sepak bola, tetapi juga tentang membantu anak-anak mengembangkan kerja sama tim dan disiplin. Selama pelajaran, siswa dibagi ke dalam kelompok usia dan tingkat keterampilan untuk menerima rencana pelajaran yang sesuai. Mereka yang baru mengenal sepak bola diajarkan keterampilan dasar, sementara mereka yang lebih berpengalaman meningkatkan taktik, kebugaran fisik, dan mentalitas kompetitif mereka.
Ho Hoai Anh (lahir tahun 2014, dari komune Tuy Phuoc Dong) dengan antusias mengatakan, “Saya suka mengikuti pelatihan karena instruktur mudah dipahami dan menyenangkan. Setiap sesi pelatihan, saya belajar banyak keterampilan baru dan bersosialisasi dengan teman-teman saya.”
Selain sesi latihan rutin, Bapak Dung juga menciptakan peluang bagi siswa untuk berpartisipasi dalam pertukaran pelajar, tur, dan kunjungan lapangan yang dikombinasikan dengan pertandingan bersama banyak pusat sepak bola komunitas di provinsi tersebut. Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengalaman praktis, mengasah keterampilan komunikasi mereka, mengenal lingkungan kompetitif, dan secara alami menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga.

Pengalamannya bermain untuk tim U21 Binh Dinh (pada tahun 1997) dan kemudian untuk Dak Lak di Divisi Pertama Nasional pada tahun 2005 membantu Dang Quoc Dung mengumpulkan pengalaman profesional dan memahami nilai kerja keras bagi seorang pemain muda. Setelah pensiun dari sepak bola profesional, ia tidak meninggalkan olahraga tersebut tetapi memilih untuk melanjutkan keterlibatannya dengan cara yang berbeda.
Sejak tahun 2007, ia beralih ke dunia perwasitan nasional, memimpin berbagai turnamen profesional seperti Piala Nasional, Divisi Kedua Nasional, dan Divisi Pertama Nasional.

Pengalamannya sebagai wasit memberinya kesempatan untuk bepergian ke banyak tempat dan berinteraksi dengan model sepak bola akar rumput di seluruh negeri. Dari Hanoi, Hai Phong, Da Nang hingga Kota Ho Chi Minh, setiap perjalanan memberinya lebih banyak pengalaman dan mengajarkannya cara membangun lingkungan sepak bola komunitas yang sistematis.
"Bepergian dan bertemu banyak orang telah membantu saya terhubung dengan kolega tentang bagaimana mengembangkan sepak bola di daerah dengan gerakan yang terorganisir dan profesional. Dari situ, saya juga berpikir tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pengembangan sepak bola usia muda di kampung halaman saya," ujar Dũng.

Selain tekun mengembangkan kelas sepak bola komunitas setiap hari, Bapak Dang Quoc Dung juga aktif terlibat dalam mengelola turnamen sepak bola amatir, khususnya liga "veteran" di Quy Nhon.
Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai wasit nasional dan pemahaman mendalam tentang subjek tersebut, ia secara konsisten menunjukkan ketidakberpihakan, keramahan, dan mendapatkan kepercayaan dari tim-tim yang bertanding. Hal ini berkontribusi untuk mendorong perkembangan sepak bola dan menyebarkan kecintaan terhadap olahraga ini di dalam masyarakat.
Sumber: https://baogialai.com.vn/giu-lua-dam-me-tu-san-bong-da-cong-dong-post588527.html







Komentar (0)