
Partai kami telah mengidentifikasi budaya sebagai landasan spiritual masyarakat, yang berfungsi sebagai tujuan dan kekuatan pendorong bagi pembangunan berkelanjutan negara. Dalam konteks ini, penyusunan dan publikasi penelitian dan studi mendalam tentang budaya sangat penting, berkontribusi pada sistematisasi pengetahuan, pelestarian memori sejarah, dan transmisi nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Selama bertahun-tahun, Departemen Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata (PJK) telah fokus pada penelitian dan penerbitan buku di bidang budaya. Khususnya sejak tahun 2016 hingga saat ini, dalam melaksanakan Resolusi No. 25 Komite Partai Provinsi tentang pelestarian dan promosi nilai-nilai warisan budaya di Provinsi Lang Son untuk periode 2016-2020 dan seterusnya, penerbitan buku di bidang budaya telah meningkat secara signifikan. Menurut statistik awal dari PJK, hingga saat ini, departemen tersebut telah menerbitkan lebih dari 30 buku tentang budaya. Beberapa buku yang terkenal antara lain: nyanyian rakyat Sli Sinh dari suku Nung di Provinsi Lang Son (2023); tarian singa dari suku Tay dan Nung di Provinsi Lang Son (2023); dan nyanyian rakyat Sinh Ca dari masyarakat Cao Lan di Komune Thien Tan, Distrik Huu Lung (2024). Warisan budaya tak benda Provinsi Lang Son termasuk dalam daftar UNESCO dan daftar nasional warisan budaya tak benda (2025)... Melalui buku-buku ini, pembaca di dalam dan di luar provinsi akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai budaya yang khas dan unik dari Lang Son.
"Adat istiadat, lagu rakyat, dan cerita rakyat, jika tidak dicatat sejak awal, akan sangat sulit ditemukan hanya dalam beberapa dekade. Buku adalah cara paling berkelanjutan untuk melestarikannya, karena buku membantu pengetahuan agar tidak bergantung pada ingatan manusia atau perubahan zaman." Tuan Hoang Van Pao, Ketua Asosiasi Warisan Budaya Lang Son |
Asosiasi Warisan Budaya Provinsi adalah organisasi sosial-profesional. Sejak didirikan pada tahun 2017, asosiasi ini telah aktif memberikan saran kepada berbagai tingkatan pemerintahan dan Komite Rakyat Provinsi mengenai pelestarian dan promosi warisan budaya yang efektif, termasuk penyusunan dan penerbitan buku-buku tentang budaya. Beberapa buku dari asosiasi ini telah memenangkan penghargaan tinggi pada Penghargaan Sastra dan Seni Provinsi Lang Son ke-1 tahun 2025, seperti "Penjaga Lagu Rakyat Lang Son Masa Lalu" karya Nong Thi Phuong, yang memenangkan hadiah A; dan "Perjalanan Diplomatik dan Pembentukan serta Perkembangan Kota Pasar Ky Lua di Provinsi Lang Son, Masa Lalu dan Masa Kini" karya Au Thi Nga Son dan kolaborator, yang memenangkan hadiah C.
Bapak Hoang Van Pao, Ketua Asosiasi Warisan Budaya Lang Son, mengatakan: "Adat istiadat, lagu rakyat, dan cerita rakyat, jika tidak dicatat tepat waktu, akan sangat sulit ditemukan hanya dalam beberapa dekade. Buku adalah cara paling berkelanjutan untuk melestarikannya, karena buku membantu pengetahuan agar tidak bergantung pada ingatan manusia atau perubahan zaman. Setiap tahun, kami telah mengembangkan rencana dan mendorong para penulis dengan koleksi penelitian dan budaya untuk mengirimkan manuskrip ke asosiasi untuk diterbitkan. Pada tahun 2025 saja, kami meluncurkan dua buku: 'Empat Benteng Doan Thanh, Lang Son' dan 'Kepercayaan Mo dan Tao dari Suku Tay dan Nung di Lang Son'."
Banyak individu dengan minat mendalam terhadap budaya nasional juga secara proaktif meneliti, menciptakan, dan menerbitkan buku-buku tentang budaya. Misalnya, peneliti Hoang Viet Binh, yang saat ini bekerja di Asosiasi Sastra, Seni, dan Jurnalis Provinsi, telah menerbitkan empat karya penelitian tentang then (gaya nyanyian rakyat tradisional Vietnam) untuk pembaca di dekat dan jauh.
Peneliti Hoang Viet Binh berbagi: "Bagi saya, kepercayaan Then khususnya dan budaya Lang Son pada umumnya selalu menarik dan menjadi topik yang saya teliti. Saya pikir jika kita tidak secara aktif mengeksplorasi dan mencatatnya, adat istiadat, tradisi, dan warisan budaya akan memudar seiring waktu, terutama lagu-lagu Then dan cerita-cerita kuno..."
Setelah buku-buku tersebut diterbitkan, berbagai lembaga dan unit secara proaktif menyumbangkan 20 hingga 30 eksemplar dari setiap judul ke koleksi perpustakaan provinsi untuk dipajang dan diperkenalkan, guna melayani pembaca yang tertarik mempelajari budaya Lang Son. Hal ini membantu mencegah karya penelitian menjadi usang seiring waktu dan memungkinkan berbagai generasi pembaca untuk mengaksesnya secara sistematis.
Hoang Bao Han, seorang siswa kelas 10 di SMA Viet Bac di distrik Dong Kinh, berbagi: "Saya sering pergi ke Perpustakaan Provinsi untuk membaca banyak buku tentang budaya Lang Son. Buku-buku ini membantu saya memperoleh lebih banyak pengetahuan tentang warisan budaya, festival, adat istiadat, dan kepercayaan kampung halaman saya."
Melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya bukanlah tugas sementara, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan ketekunan dan dedikasi. Buku-buku tentang budaya Lang Son saat ini adalah "benih" yang ditabur untuk masa depan, membantu generasi mendatang memahami, menghargai, dan melanjutkan tradisi tersebut. Ini juga merupakan cara praktis untuk membangun budaya maju yang kaya akan identitas nasional di era integrasi.
Sumber: https://baolangson.vn/luu-giu-van-hoa-bang-trang-sach-5085855.html






Komentar (0)