![]() |
| Memberikan kartu asuransi kesehatan kepada masyarakat miskin di daerah pegunungan. |
Suatu pagi Senin, saya berada di Pusat Pelayanan Administrasi Publik Kelurahan My Thuong. Di sudut ruangan, Ibu Tran Thi Hanh (68 tahun) dengan saksama melihat selembar kertas yang berisi petunjuk cara membuka rekening bank untuk menerima uang pensiunnya. “Saya terbiasa menerima uang tunai, jadi mentransfernya ke rekening bank terasa aneh. Tetapi dengan bimbingan staf, ini lebih mudah dan saya tidak perlu bolak-balik terlalu sering,” kata Ibu Hanh.
Selama bertahun-tahun, lembaga Asuransi Sosial Kota Hue secara diam-diam telah mempertahankan perannya sebagai "pilar penopang" bagi masyarakat dan pekerja. Pada tahun 2025, lembaga ini memproses lebih dari 2.600 permohonan tunjangan pensiun, kematian, kecelakaan kerja, dan penyakit akibat kerja setiap bulannya. Pada saat yang sama, lembaga ini membayarkan tunjangan sakit, persalinan, dan pemulihan kepada sekitar 75.000 orang dan mengkoordinasikan pembayaran tunjangan pengangguran kepada hampir 9.500 pekerja.
Lebih dari 35.800 orang menerima pensiun bulanan dan tunjangan asuransi sosial, dengan total pembayaran mencapai ratusan miliar VND setiap bulan. Bagi banyak orang, ini bukan hanya uang untuk menutupi biaya hidup, tetapi juga jaring pengaman seiring bertambahnya usia dan kesehatan mereka menurun.
Pada tanggal 17 Maret 2026, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hue, Tran Huu Thuy Giang, menandatangani dan mengeluarkan Rencana No. 141/KH-UBND tentang pengembangan partisipasi dalam asuransi sosial, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran, dan pengurangan tunggakan pembayaran pada tahun 2026. Menurut rencana ini, kota tersebut bertujuan untuk memperluas cakupan secara cepat, terutama untuk asuransi sosial sukarela, sambil menetapkan target spesifik untuk setiap instansi, unit, dan daerah.
Secara spesifik, pada akhir tahun 2026, seluruh kota menargetkan lebih dari 152.000 pekerja berpartisipasi dalam asuransi sosial wajib, lebih dari 30.600 berpartisipasi dalam asuransi sosial sukarela, sekitar 142.000 berpartisipasi dalam asuransi pengangguran, dan lebih dari 1,18 juta berpartisipasi dalam asuransi kesehatan. Bersamaan dengan itu, tujuannya adalah untuk mengendalikan tingkat keterlambatan pembayaran agar berada pada atau di bawah rata-rata nasional, guna memastikan hak-hak pekerja yang sah.
Kembali ke cerita Ibu Hanh, menerima pensiunnya melalui rekening bank, sebuah perubahan yang tampaknya kecil, adalah sesuatu yang belum pernah ia pertimbangkan sebelumnya. "Memiliki uang di rekening membuat anak-anak saya, yang tinggal jauh, merasa lebih aman. Saya sudah tua sekarang, jadi saya tidak perlu bepergian terlalu banyak," tambahnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, lembaga Asuransi Sosial Kota Hue telah menerapkan pembayaran tanpa uang tunai, menghubungkan data antar unit, dan menyederhanakan banyak prosedur administrasi. Perubahan ini telah membantu masyarakat menghemat waktu dan menghindari perjalanan berulang.
Selain itu, penyebaran dan penjelasan kebijakan dilakukan dengan cara yang lebih mudah diakses, sehingga masyarakat memahami dan berpartisipasi aktif, alih-alih menunggu sampai mereka perlu mengetahuinya. Melihat angka dan rencana yang ada, jelas bahwa kota ini berupaya untuk mempertahankan dan memperluas "jaring pengaman" yang dimilikinya.
Itu adalah perubahan kecil, tetapi bagi banyak orang, itu menandai awal dari rasa aman yang jauh lebih besar dalam hidup mereka. Jaminan sosial bukan hanya di atas kertas. Ini tentang apakah orang-orang benar-benar terlindungi ketika mereka membutuhkannya.
Sumber: https://huengaynay.vn/chinh-polit-xa-hoi/an-sinh-xa-hoi/giu-vung-luoi-an-sinh-164437.html









Komentar (0)