Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hanoi , Truong Viet Dung, telah menyetujui kebijakan untuk menerapkan serangkaian model baru guna mendekatkan layanan publik kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, pekerja, lansia, dan penyandang disabilitas.
Ketua Komite Rakyat Hanoi, Tran Sy Thanh, memeriksa operasional di Pusat Pelayanan Administrasi Publik. |
Model-model ini, yang dipelopori oleh Pusat Pelayanan Administrasi Publik Hanoi, meliputi: titik pelayanan administrasi publik komunitas; pelayanan publik bergerak; kolaborator administrasi publik; dan kios pelayanan publik yang berlokasi di kawasan permukiman.
Yang menarik, Hanoi akan mengubah bus dan trem tua menjadi "kantor bergerak" yang dilengkapi dengan komputer, printer, pemindai, dan akses internet berkecepatan tinggi. Kendaraan-kendaraan ini akan beroperasi sesuai jadwal tetap: sekali seminggu di daerah pinggiran kota, dua kali seminggu di kawasan industri, dan secara berkala di daerah pemukiman padat penduduk. Di sini, warga dapat menerima bantuan dalam membuat akun identitas elektronik, mengajukan permohonan daring, memindai dan mendigitalisasi dokumen, membayar biaya, dan memeriksa status permohonan di tempat.
Kios layanan publik akan dipasang di daerah perkotaan dan supermarket besar seperti Times City, Smart City, Aeon Mall, Co.opmart, dll. Kios-kios ini memungkinkan prosedur diselesaikan kapan saja, bahkan di luar jam kerja, dengan fasilitas seperti Wi-Fi gratis, pencetakan struk, pembayaran biaya online, dan terutama, asisten virtual AI multibahasa terintegrasi untuk mendukung lansia dan penyandang disabilitas. Di daerah pemukiman, kios akan ditempatkan di pusat komunitas, pos kesehatan , atau titik kegiatan komunitas, beroperasi pada malam hari dan akhir pekan dengan dukungan langsung dari staf layanan pos publik.
Selain itu, Hanoi telah memobilisasi sejumlah kolaborator administrasi publik, termasuk mahasiswa hukum, administrasi, dan teknologi informasi, anggota serikat pemuda, pensiunan pejabat, dan anggota organisasi massa. Mereka akan secara langsung membimbing warga dalam menggunakan layanan publik daring, menyebarluaskan kebijakan baru, dan melakukan survei tingkat kepuasan.
Menurut Pusat Pelayanan Administrasi Publik Hanoi, tujuan dari model-model ini adalah untuk mengubah cara pelayanan diberikan: dari "menunggu orang datang" menjadi "secara proaktif menjangkau orang," menghemat waktu perjalanan, mengurangi dokumen kertas, meningkatkan transparansi, dan meningkatkan kapasitas digital masyarakat. Ini juga merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Resolusi Pemerintah 66/NQ-CP, yang bertujuan agar 100% prosedur administrasi yang memenuhi syarat dapat diberikan secara daring pada tahun 2026.
Sumber: https://baobacninhtv.vn/ha-noi-dua-dich-vu-cong-den-tan-nha-dan-bang-van-phong-luu-dong--postid427319.bbg










Komentar (0)