Kita dapat membangun penghalang teknis, mengembangkan solusi teknologi, memperbaiki kerangka hukum, memperkuat kekuatan manajemen negara… tetapi melindungi dan mendukung anak-anak di lingkungan daring akan sangat sulit berhasil jika keluarga tetap tidak terlibat. Tidak ada perangkat lunak yang dapat menggantikan perhatian terus-menerus dari kakek-nenek dan orang tua; tidak ada algoritma yang dapat menggantikan percakapan tulus antara orang tua dan anak; dan tidak ada mekanisme pemantauan yang lebih efektif daripada pendampingan terus-menerus keluarga dengan setiap anak.
Dalam ekosistem perlindungan anak daring, keluarga selalu memainkan peran fundamental. Hal ini karena keluarga adalah tempat kepribadian anak pertama kali terbentuk, lingkungan pendidikan terdekat, dan tempat anak-anak dapat dengan mudah menemukan perlindungan, dukungan, dan bimbingan. Ketika keluarga menjalankan perannya dengan baik, anak-anak akan dibekali dengan "ketahanan digital" yang cukup untuk mengetahui cara mengidentifikasi risiko, melindungi diri sendiri, dan menggunakan internet secara positif dan bertanggung jawab.
Berdasarkan pemahaman ini, untuk meningkatkan peran keluarga dalam melindungi dan mendukung perkembangan anak di lingkungan daring, pertama-tama perlu meningkatkan kesadaran dan keterampilan digital di kalangan orang tua sehingga setiap orang tua benar-benar memahami lingkungan digital tempat anak-anak mereka berpartisipasi. Pada saat yang sama, membangun budaya digital secara aktif di dalam setiap keluarga sangat penting, sehingga orang tua menjadi pendamping, mendengarkan, berbagi, dan membimbing anak-anak mereka di dunia digital alih-alih hanya melarang atau memaksakan. Orang dewasa sendiri juga harus memberi contoh yang baik dalam menggunakan teknologi digital, karena anak-anak seringkali belajar lebih banyak dari tindakan kakek-nenek dan orang tua mereka daripada dari nasihat.
Teknologi berubah setiap hari, dan oleh karena itu, bentuk-bentuk pelecehan anak di lingkungan daring juga akan menjadi semakin canggih. Namun, tidak ada algoritma yang dapat menggantikan kasih sayang, tidak ada perangkat lunak yang dapat menggantikan perhatian, dan tidak ada teknologi yang dapat menggantikan peran kakek-nenek dan orang tua. Jika di masa lalu keluarga adalah tempat yang melindungi anak-anak dari bahaya di kehidupan nyata, saat ini keluarga harus menjadi "perisai digital," mengetahui cara bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat dalam mendidik anak-anak tentang keterampilan digital; membantu mereka melindungi data pribadi mereka, mengidentifikasi informasi berbahaya, mencegah penipuan, dan berperilaku bertanggung jawab di dunia maya.
Melindungi dan mendukung anak-anak di lingkungan daring bukan hanya tentang menjaga kebahagiaan setiap keluarga saat ini, tetapi juga tentang melindungi kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa, dan daya saing negara di masa mendatang. Sudah saatnya setiap keluarga Vietnam bertindak proaktif, menganggap mendampingi anak-anak mereka di dunia maya sebagai tanggung jawab warga negara, tanggung jawab sosial, dan misi suci untuk masa depan negara di era digital.
SONG GIA
Sumber: https://baocantho.com.vn/khong-la-chan-nao-vung-chac-hon-gia-dinh-a205983.html






Komentar (0)