TONTON KLIP:
Sekitar 133 km dari pusat provinsi Thanh Hoa , desa Kho Muong terletak di lembah Hua Muong, dikelilingi oleh hutan purba pegunungan Pu Luong.
Iklim di sini sejuk dan segar sepanjang tahun. Jalan menuju desa sudah beraspal, tetapi masih memiliki cukup banyak tantangan bagi pengunjung untuk sepenuhnya menikmati keindahan alam.
Datang ke sini, pengunjung tak hanya dapat menikmati alamnya yang masih asli, tetapi juga menjelajahi budaya kuno yang kental dengan identitas masyarakat Thailand. Rumah panggung tradisional beratap jerami dengan 3-4 kamar yang terbuat dari kayu masih terawat dengan baik.
Jalan menuju Gua Kelelawar. Foto: Le Duong
Destinasi yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Kho Muong adalah Gua Kelelawar (juga dikenal sebagai Gua Kho Muong). Tersembunyi di jantung gunung, Gua Kelelawar merupakan mahakarya geologi yang luar biasa, termasuk dalam sistem sedimen karst, mirip dengan wilayah Phong Nha-Ke Bang.
Turis Barat menggunakan tongkat untuk memasuki Gua Kelelawar. Foto: Le Duong
Pintu masuk gua setinggi lebih dari 10 meter, menghadirkan suasana sejuk, gelap, dan misterius. Gua ini tinggi dan lebar, sehingga dapat menampung ratusan orang sekaligus.
Semakin dalam Anda masuk ke dalam gua, semakin luas pula ruang yang terbuka. Di dalam gua terdapat area yang oleh penduduk setempat disebut "ruang besar". Ruangan ini berupa hamparan batu datar yang luas, sekitar 30 meter panjangnya, seperti panggung alami yang terletak di tengah gunung.
Jauh di dalam gua, terdapat banyak spesies kelelawar. Foto: Le Duong
Di dalamnya terdapat stalaktit, stalagmit berbentuk seperti kuncup teratai, kubah, air terjun membatu... Secara khusus, gua ini merupakan rumah bagi banyak spesies kelelawar.
Di puncak gua terdapat banyak stalaktit yang indah. Foto: Le Duong
Di bagian yang paling dalam dan gelap, pengunjung dapat dengan jelas mendengar suara kepakan sayap kelelawar satu sama lain.
Vegetasi yang tumbuh di permukaan stalaktit. Foto: Le Duong
Kelelawar di sini hidup berkelompok, bergelantungan di atap gua yang lembap. Mereka sering keluar dari gua di malam hari, terbang rendah di atas sawah untuk mencari makan.
Seorang turis asing mengambil foto kenang-kenangan di Gua Kelelawar. Foto: Le Duong
Pak Lo Van Nam, seorang pemandu wisata lokal, mengatakan bahwa Gua Kelelawar bagaikan dunia kuno yang misterius dan damai. Para wisatawan yang datang berkunjung dan menjelajah pun terkesima.
Pasangan asing menikmati kunjungan ke Gua Kelelawar. Foto: Le Duong
Menurut Pak Nam, Goa Kelelawar masih sangat alami sehingga banyak wisatawan mancanegara yang tertarik untuk menjelajah dan merasakannya.
Stalaktit di dalam gua dilapisi lapisan kulit tumbuhan. Foto: Le Duong
Pada tahun 2020, Komite Rakyat Provinsi Thanh Hoa menyetujui proyek untuk membangun model pariwisata masyarakat di desa Kho Muong menuju tujuan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Vietnamnet.vn
Sumber: https://vietnamnet.vn/hang-dong-huyen-bi-hap-dan-khach-tay-duoc-vi-nhu-dong-phong-nha-o-thanh-hoa-2417781.html
Komentar (0)