
Hantu jalanan
Di Da Lat, meskipun jalan-jalan utama telah menerima investasi dan diperluas untuk meningkatkan infrastruktur, penduduk dan wisatawan masih menghadapi bahaya di beberapa rute utama. Kondisi jalan yang mengelupas, permukaan jalan yang tidak rata, dan lubang-lubang di jalan sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Topografi Da Lat yang unik memiliki lereng curam dan tikungan berkelok-kelok. Oleh karena itu, keberadaan lubang di permukaan jalan menimbulkan tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah datar. Ketika kendaraan melaju di jalan-jalan curam ini, terutama dalam kondisi cuaca hujan atau berkabut yang membatasi jarak pandang dan membuat jalan licin, pengemudi seringkali harus mengerem mendadak untuk menghindari rintangan, yang dengan mudah menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Pengamatan di lereng Hai Thuong, jalan Hoang Dieu, dan persimpangan Trem Dang Thuy dan Hoang Dieu... daerah dengan konsentrasi tinggi kawasan perumahan, sekolah, rumah sakit, dan bisnis, menunjukkan bahwa permukaan jalan sempit dan rusak, dengan banyak lubang dan permukaan yang tidak rata. Di persimpangan, lubang-lubang besar dan dalam telah ada sejak lama, membuat perjalanan sangat sulit bahkan di hari yang cerah.
Ibu Truong Thi Nhung, seorang warga yang sering melewati daerah ini, menyampaikan kekecewaannya: “Akhir-akhir ini, hujan cukup sering turun, dan lubang-lubang di jalan ini benar-benar jebakan. Terutama saat jam sibuk, ketika lalu lintas padat dan orang tua berdesakan mengantar dan menjemput anak-anak mereka dari sekolah, membanting setir dan mengerem mendadak untuk menghindari lubang sangat berbahaya. Pada hari hujan, air menggenang di genangan besar, menutupi lubang-lubang yang dalam, sehingga memudahkan pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan terjatuh jika mereka melewatinya.”
Membutuhkan perhatian
Masalahnya tidak hanya terbatas pada lubang di jalan; sistem penutup lubang got juga menunjukkan kekurangan. Di beberapa jalan utama di pusat kota, seperti Tran Quoc Toan, Hoang Van Thu, dan Tran Phu, karena konstruksi yang tidak konsisten, beberapa penutup lubang got di tengah jalan aspal telah ambles atau jauh lebih rendah dari permukaan jalan, sehingga menciptakan lubang yang dalam; sementara yang lain terangkat atau menonjol di tengah jalan. Kesalahan konstruksi ini menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama saat senja atau saat hujan.
Yang membuat frustrasi pengguna jalan adalah keterlambatan dan ketidakbertanggungjawaban pihak berwenang dalam memelihara infrastruktur, meskipun ada alokasi dana pemeliharaan perkotaan setiap tahunnya. Keterlambatan ini telah menempatkan warga dalam posisi pasif dan frustrasi. Beberapa rumah tangga yang tinggal dan berbisnis di dekat "titik rawan kecelakaan" ini terpaksa berimprovisasi dengan mengumpulkan batu dan puing untuk sementara mengisi lubang-lubang besar di jalan. Namun, setelah hanya beberapa hari, di bawah tekanan lalu lintas yang padat, lapisan batu tersebut hanyut, memperlihatkan lubang-lubang yang dalam dan berbahaya seperti semula.
Untuk menjamin keselamatan masyarakat, pemerintah dan instansi terkait perlu meningkatkan tanggung jawab mereka dan segera meninjau serta memperbaiki lubang-lubang di jalan, dan menangani secara menyeluruh penutup gorong-gorong yang ambles. Keterlambatan atau kelalaian dalam konstruksi tidak boleh dibiarkan mengorbankan keselamatan jalan.
Sumber: https://baolamdong.vn/hiem-hoa-chuc-cho-tu-nhung-o-ga-nap-ho-ga-445523.html







Komentar (0)