Esai tentang telur balut ini berkisah tentang seorang seniman yang putrinya mengikuti lomba menulis di sekolah. Berkat lomba tersebut, ia mengetahui esai teman sekelas putrinya yang menyebutkan ibunya berjualan telur balut.
Dalam esai anak laki-laki itu, terdapat deskripsi yang sangat rinci tentang cara mengolah telur balut, cara membuatnya lezat, kaya rasa..., menunjukkan kepedulian anak laki-laki itu terhadap mata pencaharian ibunya. Esai yang tulus itu membangkitkan kenangan akan ayahnya dan ia tiba-tiba menyadari: anak laki-laki itu lebih berani daripada dirinya sendiri ketika seusia itu.
Berbagi tentang ide karyanya, Tran Khac Khoan mengatakan bahwa di sepanjang karyanya, ia tidak menggunakan kata-kata muluk, melainkan kejujuran dan kehidupan sehari-hari. Pesan kejujuran juga ditekankan melalui kata-kata sang ayah: "Melukis itu seperti bercerita. Setiap kisah yang diceritakan adalah kehidupan yang kita jalani. Entah menyakitkan, bahagia, kehilangan, atau terpenuhi, kita harus berani menjalani kehidupan itu. Saat kita hidup, yang terpenting adalah selalu jujur."
Tran Khac Khoan adalah seorang desainer grafis, dan membuat komik hanyalah pekerjaan di waktu luangnya. Seperti yang dikatakan Khoan, sejak kecil ia suka menggambar komik dan banyak menggambar, tetapi tidak pernah memiliki karya yang lengkap. Esai tentang telur balut adalah pertama kalinya ia menyelesaikan cerita 50 halaman, yang diselesaikan dalam waktu sebulan, tepat ketika ia memiliki waktu luang. Dan ketika ia mendengar tentang kontes tersebut, ia mengirimkannya dengan pikiran: "Mengapa saya tidak mencoba?".
Setelah kompetisi, Khoan menjadi salah satu seniman yang diundang ke Prancis untuk menghadiri "Festival Komik Angoulême", salah satu festival komik terbesar di dunia . Pengalaman ini dianggap sangat istimewa dan berkesan bagi Khoan.
Yang paling membuatnya terkesan adalah bagaimana komik dihormati sebagai bentuk seni sejati. Dari pameran berskala besar, pertukaran penulis dan pembaca, hingga seminar mendalam, semuanya menunjukkan rasa hormat dan investasi serius terhadap komik. Di sana, komik tidak hanya untuk anak-anak atau hiburan, tetapi juga memiliki kedalaman budaya, sejarah, dan sosial.
"Saya jelas merasakan minat dan keingintahuan teman-teman internasional terhadap komik Asia, termasuk komik Vietnam. Hal itu menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkarya dan menghadirkan cerita serta gambar yang dekat dengan budaya Vietnam kepada para pembaca di seluruh dunia," ujar Khoan.
Di festival ini juga, Khoan melihat hal menarik: pembaca di sini sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia. Mereka bersemangat dan mencintai komik, menganggapnya sebagai seni sejati, tak kalah dari sinema atau sastra. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa komik dapat melampaui segala batasan usia, bahasa, dan budaya.
MAI AN
Sumber: https://www.sggp.org.vn/hoa-si-truyen-tranh-tran-khac-khoan-chan-thanh-la-du-de-cham-den-trai-tim-doc-gia-post809883.html
Komentar (0)