Dengan sejarah perkembangan lebih dari 60 tahun, terutama dalam konteks industri animasi global yang sedang berkembang pesat dan banyaknya pesaing besar yang bermunculan, industri animasi dalam negeri menghadapi banyak tantangan. Faktanya, meskipun telah bertransformasi dan menorehkan prestasi, animasi dalam negeri belum menciptakan perkembangan yang terobosan, belum cukup menarik untuk menarik penonton.
Sejarah kartun Vietnam dimulai pada tahun 1959 dengan film pertama "Deserves the Fox", tetapi hingga kini, jumlah karya yang luar biasa dapat dihitung dengan jari satu tangan. Ribuan film animasi telah diproduksi dan dirilis, tetapi kualitas dan pengaruhnya masih sangat terbatas.
Dalam konferensi dan seminar, upaya industri animasi masih diakui dengan proyek-proyek baru, yang melibatkan sutradara dan penulis naskah muda, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas bentuk, tema, dan konten. Sebagai contoh, pada tahun 2023, Vietnam Animation Studio memproduksi tiga film animasi sejarah utama berdurasi 30 menit, yaitu: "Dinh Tien Hoang De" (film kertas potong komputer), "Tieng gong Nui Nua" (film 2D), dan "Anh hung Nui Tan" (film 3D). Ketiga film tersebut dinilai memiliki naskah yang menarik, investasi dalam riset, dan desain yang rumit. Selain itu, terdapat serial animasi yang jenaka dan lucu yang telah menjadi favorit penonton muda selama bertahun-tahun, seperti: "Hiep si Nghe Vang" (Anak Sapi Emas), dan "Chien binh Meo no Do".
Baru-baru ini, Sconnect, sebuah studio animasi muda, resmi meraih dua rekor, yaitu: "Unit dengan jumlah hak cipta film animasi Vietnam terbanyak (127 hak cipta)" dan "Wolfoo, film animasi Vietnam yang dirilis dalam berbagai bahasa di platform YouTube dengan episode terbanyak" di Vietnam. Wakil Presiden Aliansi Kreasi Konten Digital Vietnam, Pham Thi Quyen, berkomentar bahwa pencapaian awal di bidang animasi telah menegaskan jejak dan upaya luar biasa dari animasi Vietnam, membangkitkan kebanggaan, dan dapat menjadi pendorong bagi individu dan unit untuk terus berupaya memberikan nilai lebih bagi industri animasi, khususnya, dan konten digital secara umum. Saat ini, terdapat banyak unit swasta yang menerapkan beragam teknologi untuk produksi animasi, seperti: 2D, 3D, 2D Frame by Frame, Stopmotion, atau Live-action. Sconnect saat ini
memiliki 13 IP (aset kekayaan intelektual) animasi beserta ekosistem ribuan saluran distribusi. Unit produksi animasi lainnya, Alpha Studio Company, mendapatkan kehormatan menerima Penghargaan Kreasi Konten Digital Vietnam (VCA) yang diketuai oleh Asosiasi Komunikasi Digital Vietnam (VDCA) dan diselenggarakan oleh Aliansi Kreasi Konten Digital Vietnam (DCCA). Ini adalah tahun kedua unit ini berpartisipasi dan juga kedua kalinya berturut-turut menerima trofi Penghargaan Kreasi Konten Digital Vietnam.
Meskipun partisipasinya sangat antusias, animasi domestik masih jauh tertinggal dari industri animasi internasional. Padahal, industri animasi dunia saat ini berkembang pesat, mencapai nilai sekitar 400 miliar dolar AS pada akhir tahun 2024; pasar seperti Amerika Utara dan Asia Pasifik memimpin, dengan Jepang dan Tiongkok mendominasi.
Menjelaskan mengapa animasi Vietnam masih kurang menarik, para pakar industri mengatakan bahwa masalah utamanya terletak pada kurangnya investasi di bidang keuangan dan sumber daya manusia. Masalah pelatihan tenaga profesional, pengembangan teknik, dan penciptaan karya dengan identitas unik masih menjadi celah.
Sutradara, Meritorious Artist Trinh Lam Tung, berbagi: "Mengutamakan penonton, menganalisis target audiens, dan memanfaatkan platform distribusi secara efektif merupakan beberapa kunci penting untuk berubah dan berinovasi. Sebaru atau sekreatif apa pun bentuk ekspresinya, karya tersebut harus memiliki nilai yang nyata dan dapat dinikmati agar berkelanjutan dan menjadi fondasi bagi pengembangan jangka panjang. Selain itu, hubungan timbal balik antara pembuat film dan penonton perlu dipupuk agar menjadi lebih profesional dan kuat melalui karya-karya kreatif yang inovatif; manfaatkan kreativitas anak muda secara maksimal untuk menghasilkan materi yang berkualitas, dan kurangi penuaan pemikiran sejak tahap awal sebuah produk atau karya."
Selain itu, kita perlu terus belajar dari industri animasi dunia yang maju, bahkan produk hiburan lain yang bersaing ketat setiap hari. Senada dengan itu, sutradara Pham Minh Tri percaya bahwa jika industri animasi dalam negeri ingin memiliki produk yang benar-benar luar biasa dan berdaya saing tinggi, mereka harus memiliki investasi sistematis dan pemikiran inovatif. Jika tidak dapat menemukan karakter kartun yang representatif, industri ini akan selamanya terpinggirkan dan tidak dapat dibandingkan dengan pesaing utama di dunia.
Pada tahun 2025, Vietnam akan berpartisipasi dalam Festival Film Animasi Internasional Annecy, sebuah ajang bergengsi dan berskala besar di industri animasi dunia. Festival ini dianggap sebagai kesempatan bagi animasi Vietnam untuk memperkenalkan produk dan terhubung dengan investor internasional. Namun, untuk mencapai kemajuan pesat, para sineas perlu memiliki strategi jangka panjang, berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia, serta berpartisipasi aktif dalam ajang internasional untuk belajar dan meningkatkan kualitas produk. Para ahli berpendapat bahwa industri animasi dalam negeri masih memiliki banyak peluang jika mampu memanfaatkan kekuatannya sendiri, terutama cerita rakyat, dongeng, dan fabel yang unik. Faktor identitas tersebut sepenuhnya menjadi peluang untuk menjangkau dunia dalam kombinasi yang kreatif, unik, dan manusiawi.
Sumber
Komentar (0)