
Di pasar bunga Quang An pada hari-hari terakhir tahun ini, udara dipenuhi dengan aroma memabukkan dari puluhan ribu bunga segar, dan langkah kaki tergesa-gesa orang-orang yang berlomba melawan waktu untuk membawa musim semi ke kota.
Tepat dari pintu masuk, pemandangan kemacetan lalu lintas lokal telah menjadi "ciri khas" yang tak terpisahkan. Antrean panjang truk yang membawa bunga dari berbagai tempat membanjiri area tersebut, dan orang-orang serta kendaraan datang dan pergi dari dalam pasar.


Sepeda motor milik pedagang kaki lima dan warga setempat berjejer, bergerak maju sedikit demi sedikit di tengah jalanan yang ramai.
Adegan ini bukanlah sesuatu yang tidak menyenangkan; sebaliknya, adegan ini membangkitkan rasa kesibukan dan kegembiraan yang unik yang hanya dapat sepenuhnya dihargai oleh mereka yang hadir secara langsung.



Begitu memasuki pasar bunga Quang An, Anda akan menemukan deretan kios bunga yang tak berujung dengan beragam warna: merah cerah bunga persik, kuning keemasan krisan, lili, dan marigold, serta putih bersih lili dan anggrek...
Mulai dari bunga tradisional hingga impor kelas atas seperti anggrek phalaenopsis, bunga bird of paradise, dan tulip, semuanya berkumpul di sini, menciptakan ruang yang dipenuhi warna.



Aroma menyengat dari batang pohon yang baru dipotong dan wangi bunga lili yang kuat bercampur menjadi satu untuk menciptakan aroma pasar yang unik dan tak salah lagi.
Para pria itu dengan cekatan menurunkan ikatan-ikatan bunga, yang tingginya melebihi kepala manusia, dari bak truk.


Di sudut lain, para pedagang kaki lima dengan teliti memeriksa setiap kuntum bunga, mengikatnya erat-erat sebagai persiapan untuk perjalanan mereka melalui jalanan.
Yang paling mencolok adalah gambar-gambar sepeda motor tua dan reyot dengan kapasitas angkut yang "luar biasa". Bunga-bunga ditumpuk tinggi seperti gunung, benar-benar menutupi para pengemudi.


Terdapat gerobak-gerobak yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga, mulai dari krisan dan mawar hingga ranting-ranting besar bunga persik, semuanya diikat erat dengan karet gelang yang kuat.
Kendaraan-kendaraan itu seperti "dinding bunga" bergerak, siap menyebar ke segala arah.
Di tengah deru klakson mobil dan aroma bunga yang memabukkan, setiap orang yang datang ke Quang An membawa serta kisah unik mereka masing-masing.


Menjelang Tết (Tahun Baru Imlek), Pasar Quang An bukan hanya tempat bagi pedagang kecil untuk berbisnis, tetapi juga tujuan ideal bagi warga Hanoi yang ingin menikmati suasana unik Hanoi di malam hari.
Berbeda dengan para pedagang kaki lima yang ramai, banyak kelompok anak muda atau keluarga memanfaatkan pasar pagi untuk menikmati cuaca sejuk, memilih ranting bunga persik yang indah, atau sekadar mengambil foto untuk mengabadikan momen musim semi.


Di jantung pasar, jual beli berlangsung cepat namun dengan profesionalisme yang luar biasa. Tangan-tangan cekatan mengikat bunga, dan para penjual tersenyum lebar ketika bertemu dengan pelanggan kaya.
Meskipun kelelahan karena begadang semalaman, wajah semua orang memancarkan harapan akan Tahun Baru Imlek yang hangat, makmur, dan penuh berkah.


Pada pukul 9-10 malam, pasar mencapai puncak aktivitasnya sebelum "jalur kehidupan" ini mulai bercabang ke segala arah.
Dari pasar bunga, truk-truk yang sarat dengan warna-warni musim semi melaju ke kota tua, ke Ha Dong, lalu menyebar ke selatan kota, dibawa oleh pedagang kaki lima dengan sepeda dan keranjang bunga, menyusuri setiap lorong.


Pasar Bunga Quang An di penghujung tahun bukan hanya tempat perputaran barang. Ia adalah jantung, jiwa musim semi di ibu kota.
Di sana, Tet tidak hanya hadir melalui warna-warna cerah bunga, tetapi juga bersinar dalam perjuangan untuk bertahan hidup, dalam harapan akan tahun baru yang damai, dan dalam ikatan jiwa-jiwa yang mencintai keindahan.
Kendaraan-kendaraan yang membawa warna-warna musim semi dari Quang An mencerahkan dan menghangatkan setiap rumah menjelang Tahun Baru Imlek.
Sumber: https://baovanhoa.vn/van-hoa/hoi-ha-cho-xuan-ve-pho-204860.html







Komentar (0)