Pada tanggal 31 Mei, kantor berita WANA, mengutip sumber dari pemerintah Iran, menyatakan bahwa spekulasi tentang kepergian Pezeshkian adalah bagian dari kampanye "pengalihan perhatian" yang menargetkan Teheran.
"Informasi tentang pengunduran diri Presiden Pezeshkian sama sekali tidak akurat. Presiden Iran masih sepenuhnya menjalankan tugasnya, dan jadwal kerjanya yang akan datang akan berjalan sesuai rencana tanpa perubahan apa pun. Rumor semacam itu biasanya bertujuan untuk dua hal: pertama, menciptakan suasana ketidakstabilan, dan kedua, menabur perpecahan dalam masyarakat dan melemahkan persatuan internal Iran," kata sebuah sumber WANA.

Mehdi Tabatabaei, Wakil Kepala Komunikasi di Kantor Presiden Iran, kemudian membantah informasi tersebut, menekankan bahwa Pezeshkian "tidak akan meninggalkan tugasnya untuk melayani rakyat."
Pernyataan dari para pejabat Teheran itu muncul setelah surat kabar Iran, Iran International, menerbitkan informasi yang mengklaim bahwa Presiden Pezeshkian telah mengirim surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
"Surat itu menggarisbawahi bahwa presiden dan pemerintah telah dikecualikan dari proses pengambilan keputusan negara, sementara pejabat IRGC mengendalikan segalanya. Dalam keadaan seperti itu, Pezeshkian merasa tidak dapat memenuhi tugas resminya dan karena itu menawarkan untuk mengundurkan diri," lapor Iran International.
Sumber: https://vietnamnet.vn/iran-bac-tin-tong-thong-pezeshkian-nop-don-tu-chuc-2521400.html








Komentar (0)