Juru bicara FFIRI mengatakan penolakan visa "tidak ada hubungannya dengan olahraga ." Mereka juga menekankan bahwa keputusan ini berdampak langsung pada persiapan tim nasional Iran.

Iran tidak akan diikutsertakan dalam undian Piala Dunia 2026 (Foto: Getty).
Iran termasuk dalam daftar 19 negara yang warganya dilarang memasuki AS berdasarkan perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada bulan Juni. Meskipun peraturan tersebut memberikan pengecualian bagi atlet, pelatih, atau mereka yang "berperan sebagai pendukung penting" yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 atau acara olahraga besar lainnya, pengecualian tersebut tidak berlaku dalam kasus ini.
Berbicara kepada Tehran Times, juru bicara FFIRI Amir Mehdi Alavi mengatakan: "Kami telah memberi tahu FIFA bahwa keputusan yang diambil sama sekali tidak sportif dan delegasi Iran tidak akan berpartisipasi dalam undian Piala Dunia 2026."
Menurut Tehran Times, Presiden FFIRI Mehdi Taj adalah salah satu dari tiga orang yang visanya ditolak oleh Departemen Luar Negeri AS. Sementara itu, empat anggota lainnya, termasuk pelatih Amir Ghalenoei, telah disetujui. Sebelumnya pada bulan Oktober, media Iran melaporkan bahwa visa Taj dan Ghalenoei ditolak, sehingga memaksa FFIRI untuk bekerja sama langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menyelesaikan masalah ini.
Presiden FIFA Infantino mengatakan bahwa "semua orang akan disambut" di Piala Dunia, yang akan dimulai pada 11 Juni di Mexico City. Berbicara di sela-sela pertemuan Asosiasi Klub Eropa (ECA) pada 9 Oktober, ia mengatakan FIFA bekerja sama erat dengan pemerintah AS untuk menyelesaikan masalah visa.
"Kami telah berdiskusi dengan Gedung Putih dan kementerian terkait. Tidak akan ada masalah visa bagi tim dan delegasi ke Piala Dunia 2026. FIFA juga sedang mencari solusi bagi para penggemar," ujarnya.

FIFA berharap AS akan melarang visa bagi penggemar Iran yang mendukung tim mereka di Piala Dunia 2026 (Foto: Getty).
FIFA kemudian memperkenalkan program FIFA Pass, yang memberikan prioritas kepada pemegang tiket Piala Dunia dalam pemrosesan visa. Namun, FIFA juga menekankan bahwa prioritas ini tidak menjamin visa.
Menurut majalah Politico, penggemar Haiti, negara yang baru saja memenangkan tiket ke Piala Dunia tetapi juga masuk dalam daftar pembatasan masuk, diizinkan untuk mendaftar tetapi masih berisiko "tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa atau memasuki AS".
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/iran-tuyen-bo-tay-chay-le-boc-tham-world-cup-2026-20251129122234385.htm






Komentar (0)