
Sebuah festival di tengah negeri yang cerah dan berangin.
Setiap tahun, ketika bulan Oktober (Juli dalam kalender Cham) tiba di tanah Phan Rang yang bermandikan sinar matahari dan diterpa angin (sekarang di provinsi Khanh Hoa ), masyarakat adat Cham dengan gembira mempersiapkan salah satu festival terpenting dan tertua mereka: Festival Katê. Lebih dari sekadar festival tradisional, Katê juga merupakan undangan bagi pengunjung dari seluruh dunia untuk datang dan menyelami ruang budaya dan spiritual berusia seribu tahun yang tetap hidup dan utuh.

Masyarakat Cham dengan gembira berpartisipasi dalam salah satu festival terpenting dan tertua: Festival Katê.
Katê - Lebih dari sekedar festival
Katê adalah festival terbesar tahunan bagi masyarakat Cham yang menganut Brahmanisme, dirayakan untuk memperingati para dewa, raja-raja yang berjasa, dan leluhur. Dengan nilai budaya, seni, dan sejarahnya yang unik, Festival Katê telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional.

Setiap ritual, setiap kostum, setiap musik di sini adalah bagian dari sejarah yang membentang ribuan tahun.
Mengunjungi Katê bukan sekadar menonton pertunjukan yang dipentaskan untuk turis, tetapi tentang menghayati warisan budaya. Setiap ritual, setiap kostum, setiap melodi di sini adalah bagian dari sejarah ribuan tahun.
Pengalaman unik: Dari desa ke menara
Berbeda dengan banyak festival lainnya, perjalanan Katê dimulai di desa Hữu Đức, satu-satunya tempat di mana upacara penyambutan Y Trang (pakaian tradisional) dari anggota Raglai termuda berlangsung.
Ini adalah momen pertukaran budaya yang unik, sebuah ritual khidmat dan mengharukan, yang mencerminkan hubungan erat dan abadi antara masyarakat Cham dan Raglai. Hanya setelah ritual ini selesai, keesokan harinya, Y Trang akan dengan khidmat dibawa ke menara-menara kuno Cham.

Membawa jubah upacara ke Menara Poklong Garai.
Ini juga merupakan kesempatan bagi wisatawan untuk mengagumi masyarakat Cham dalam pakaian tradisional mereka yang paling cerah dan indah, menciptakan peluang bagus untuk mengabadikan foto-foto kenangan yang penuh warna. Sebuah tips kecil untuk wisatawan adalah membawa topi dan pakaian pelindung matahari, karena prosesi sering berlangsung di bawah terik matahari khas daerah ini.

Y Trang diarak dengan khidmat ke menara-menara kuno Cham.
Puncak acara festival kemudian berlangsung di kompleks menara suci Cham seperti Po Klong Garai, Po Roma... Di sini, suasana mistis memadukan aroma dupa, suara terompet Saranai yang memesona, dan irama gendang Ginang yang menggugah – membangkitkan semua indra.

Di sini, suasana mistis memadukan aroma dupa, suara terompet Saranai yang mengharukan, dan irama gendang Ginang yang menggugah.
Dari menara ke desa: Mengalami kedalaman budaya.
Setelah upacara utama di menara selesai, festival menyebar ke desa-desa (Palai) – di mana pengunjung dapat sepenuhnya merasakan kedalaman budaya masyarakat setempat.
Masyarakat Cham yang ramah akan mengundang pengunjung untuk berbagi santapan seremonial, menikmati hidangan tradisional, dan berbagi kegembiraan festival tersebut.

Siapkan persembahan untuk upacara tersebut.
Tips perjalanan yang berharga: datanglah beberapa hari sebelum festival. Pada saat itu, keluarga-keluarga Cham berkumpul untuk membuat kue-kue tradisional seperti bánh thuẫn (sejenis kue Vietnam), bánh gừng (gagar), bánh củ gừng (muti), dan lain-lain. Wisatawan dapat bergabung dan menikmati suasana hangat dan akrab dalam persiapan festival Katê, mirip dengan perayaan Tet (Tahun Baru Vietnam).

Kue Cham tradisional.

Tarian desa Cham.

Festival Katê selalu meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.
Festival Katê selalu meninggalkan kesan mendalam pada para pengunjung. Berdiri di kaki menara-menara kuno yang megah dan merasakan aliran budaya Cham Pa yang abadi yang telah bertahan selama ribuan tahun adalah nilai inti dari wisata warisan budaya.
Sumber: https://vtv.vn/kate-mua-hoi-giua-mien-nang-gio-100251113215645744.htm






Komentar (0)