Pada tanggal 25 Juni, sekelompok 400 petugas polisi Kenya tiba di Bandara Toussaint Louverture di ibu kota Haiti, Port-au-Prince, untuk membantu negara Karibia tersebut dalam mencegah kekerasan yang dilakukan oleh geng bersenjata.
Kehadiran pasukan polisi Kenya akan membantu Haiti memulihkan ketertiban dan mencapai stabilitas jangka panjang lebih cepat. (Sumber: The Washington Post) |
Ini adalah yang pertama dari 1.000 petugas yang telah berkomitmen untuk dikerahkan Kenya ke Haiti berdasarkan resolusi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada Oktober 2023.
Perdana Menteri Haiti Garry Conille memuji tekad pemerintah dan rakyat Kenya untuk berdiri bersama negaranya dalam memerangi ketidakstabilan yang mengikis kehidupan di Haiti.
Sementara itu, Presiden Kenya William Ruto percaya bahwa kehadiran pasukan elit ini akan membantu Haiti memulihkan ketertiban dengan cepat dan mencapai stabilitas yang langgeng.
Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Hemisfer Barat, Brian Nichols, menyambut baik pengerahan pasukan Kenya di Haiti, tetapi menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membendung gelombang kekerasan geng.
Menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas atau luka parah di Haiti pada kuartal pertama tahun 2024 akibat kekerasan yang terkait dengan kelompok bersenjata.
Kekerasan juga merupakan alasan utama mengapa orang-orang di negara ini terpaksa meninggalkan rumah mereka. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), saat ini terdapat lebih dari 360.000 orang yang hidup dalam kondisi tunawisma di negara Karibia tersebut.
Sumber: https://baoquocte.vn/kenya-cu-ha-ng-tram-ca-nh-sat-giup-haiti-lap-lai-trat-tu-276374.html








Komentar (0)