Bukan hanya siswa yang begadang. Di luar ruangan yang terang benderang di tengah malam, Anda sering dapat mendengar suara seorang ibu menghangatkan segelas susu, seorang ayah dengan lembut bertanya, "Sudah sejauh mana pelajaranmu?", atau lampu di ruang tamu masih menyala karena orang dewasa belum tidur.
Musim ujian bagi anak-anak seringkali juga merupakan "musim puncak" bagi orang tua.

Pada masa itu, seluruh keluarga terfokus pada jadwal ujian.
Selama masa ujian, banyak orang tua hampir sepenuhnya menyesuaikan rutinitas harian mereka untuk bersama anak-anak mereka. Beberapa mencoba pulang kerja lebih awal untuk mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Yang lain mengubah jadwal kerja karena khawatir anak-anak mereka mengikuti sesi bimbingan belajar larut malam sendirian. Beberapa keluarga membatasi volume televisi dan membuat makanan lebih ringan untuk mengurangi stres bagi anak-anak mereka.
Banyak orang tua bercanda mengatakan bahwa mereka lebih gugup daripada anak-anak mereka saat mengikuti ujian.
Anak-anak berada di ruang ujian selama dua jam, dan orang dewasa di luar gerbang sekolah dengan cemas menunggu selama waktu yang sama. Beberapa menunggu dari awal hingga akhir sesi, bahkan di bawah terik matahari. Yang lain memeriksa jam tangan mereka setiap beberapa menit, mencoba menebak pertanyaan apa yang telah dijawab anak-anak mereka.
Kecemasan itu jarang diungkapkan secara lisan, tetapi musim ujian selalu terulang setiap tahunnya.
Gerbang sekolah saat musim ujian dan wajah-wajah yang familiar.
Di lokasi ujian, pemandangan yang paling umum bukan hanya siswa berseragam putih, tetapi juga orang tua yang duduk berdesakan di trotoar, berteduh di bawah pohon, atau duduk di atas sepeda motor menunggu anak-anak mereka.
Di lokasi ujian, pemandangan yang paling umum bukan hanya siswa berseragam putih, tetapi juga orang tua yang duduk berdesakan di trotoar, berteduh di bawah pohon, atau duduk di atas sepeda motor menunggu anak-anak mereka.
Beberapa orang tua memegang botol air, yang lain menyiapkan tisu dan obat sakit kepala... Bahkan ada yang berdiri tepat di gerbang sekolah agar anak-anak mereka bisa melihat mereka begitu keluar.
Banyak siswa mengatakan bahwa sekadar melihat orang tua mereka menunggu di luar gerbang sekolah langsung menghilangkan stres mereka.
Dukungan orang tua selama musim ujian terkadang bukan tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh siswa, tetapi tentang perasaan "selalu ada seseorang yang menunggumu."
Tekanan dari orang tua juga cukup besar.
Bersamaan dengan tekanan yang dialami siswa, muncul pula kekhawatiran orang tua tentang nilai, sekolah, dan masa depan anak-anak mereka. Terutama selama ujian masuk sekolah menengah atau universitas, banyak orang tua merasa stres selama berbulan-bulan.
Namun, dalam banyak kasus, kecemasan yang berlebihan tanpa disengaja justru memberi tekanan lebih pada anak-anak. Pertanyaan seperti "Bisakah kamu melakukannya?", "Apakah kamu yakin akan lulus?", atau terus-menerus membandingkan diri dengan teman-teman terkadang dapat membuat siswa lebih lelah daripada belajar itu sendiri.
Banyak guru percaya bahwa yang paling dibutuhkan siswa selama periode ini adalah kondisi mental yang stabil. Makan dengan santai, tidur yang cukup, atau dorongan lembut terkadang lebih penting daripada memaksa mereka belajar selama berjam-jam tambahan.
Yang mungkin paling kita ingat kelak bukanlah nilai.
Setiap musim ujian pada akhirnya akan berlalu. Beberapa orang mencapai hasil yang mereka harapkan, sementara yang lain menyesal karena tidak mendapatkan hasil sebaik yang diharapkan. Tetapi bertahun-tahun kemudian, apa yang paling diingat orang mungkin bukan nilai ujian mereka.
Bisa jadi itu adalah gambaran seorang ibu yang tertidur di ruang tamu menunggu anaknya selesai belajar, seorang ayah yang mengemudi di bawah terik matahari siang hanya untuk membawakan anaknya komputer yang mereka lupakan di rumah, atau hari-hari ketika seluruh keluarga makan dan hidup sesuai dengan jadwal persiapan ujian anak.
Musim ujian terutama merupakan cerita bagi para siswa, tetapi di balik setiap siswa selalu ada "pergeseran" diam-diam dari orang tua — bukan dengan berisik, bukan dengan membual, tetapi berlangsung sepanjang masa muda anak-anak mereka.
Sumber: https://baovanhoa.vn/gia-dinh/khi-ca-gia-dinh-cung-buoc-vao-mua-thi-231468.html








Komentar (0)