
Kerja keras dalam produksi
Keluarga Ibu Nguyen Thi Qua di desa Nam Cau, komune Truong Tan, memiliki lebih dari 7.000 meter persegi rumah kaca untuk menanam melon. Meskipun memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pertanian rumah kaca, Ibu Qua masih khawatir setiap kali cuaca panas. Menurutnya, rumah kaca membantu tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik, membatasi kerusakan akibat hama dan penyakit serta dampak faktor eksternal, tetapi panas yang berkepanjangan dan intens mengubah rumah kaca menjadi perangkap panas.
Selama musim panas, suhu di dalam rumah kaca bisa 7-10 derajat Celcius lebih tinggi daripada di luar. Oleh karena itu, tanaman tumbuh lebih lambat dan lebih sulit dirawat. Selain itu, panas yang menyengat juga memengaruhi kesehatan para pekerja di rumah kaca. "Cuaca panas membuat bekerja di rumah kaca sangat sulit dan melelahkan. Saya hanya masuk ke dalam selama beberapa menit untuk memeriksa tanaman dan punggung saya sudah basah kuyup oleh keringat. Meskipun demikian, kami tetap harus berusaha sebaik mungkin untuk mengatasinya," kata Ibu Qua.

Rumah tangga Bapak Nguyen Van Tien di komune Thanh Mien memiliki 3 rumah kaca dengan total luas 10.000 m2 , yang menanam melon cantaloupe dan melon honeydew Korea. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Bapak Tien harus mempekerjakan 4-5 pekerja. Namun, mencari pekerja sangat sulit selama musim panas.
Pak Tien berkata: "Orang-orang yang bekerja di rumah kaca biasanya adalah buruh yang lebih tua, yang memanfaatkan waktu luang mereka selama musim sepi pertanian untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Cuacanya panas dan pengap, sehingga orang enggan bekerja di rumah kaca karena dapat dengan mudah memengaruhi kesehatan mereka."
Sesuaikanlah sesuai kebutuhan.
Menurut stasiun meteorologi dan hidrologi kota, tahun ini wilayah Hai Phong akan dilanda 7-9 gelombang panas dengan suhu maksimum berkisar antara 38-40 derajat Celcius. Prakiraan menunjukkan bahwa suhu rata-rata musim panas tahun ini akan 1-1,5 derajat Celcius lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.
Kota Hai Phong merupakan daerah terkemuka di Vietnam Utara dalam produksi rumah kaca, dengan luas sekitar 130 hektar. Para ahli menyarankan bahwa, mengingat keunggulan pertanian tropis, produksi rumah kaca juga menunjukkan keterbatasan selama cuaca panas. Oleh karena itu, petani perlu secara proaktif menerapkan solusi untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang baik dan melindungi kesehatan para produsen.

Pertanian rumah kaca membutuhkan investasi yang signifikan dan biaya yang tinggi, sehingga meskipun menghadapi kesulitan, para petani di Hai Phong tidak melewatkan musim tanam, bahkan selama musim panas. Sebaliknya, mereka menyesuaikan rencana produksi mereka untuk memastikan hasil panen dan kualitas tanaman.
Bapak Hoang Anh Thu, Wakil Direktur Koperasi Tan Minh Duc di komune Truong Tan, mengatakan bahwa untuk melindungi tanaman di rumah kaca selama musim panas, petani perlu meningkatkan retensi kelembapan melalui sistem irigasi tetes otomatis. Mereka hanya perlu merawat tanaman di pagi hari atau sore hari. Pada saat yang sama, mereka harus menyesuaikan jadwal penanaman, menghindari penyerbukan selama periode terpanas. "Koperasi Tan Minh Duc juga secara berkala memperbarui dan memperkenalkan varietas tanaman tahan panas untuk dibagikan kepada petani," kata Bapak Thu.
Meskipun menanam tanaman di rumah kaca selama cuaca panas lebih menantang, masih mungkin untuk mempertahankan hasil dan kualitas tanaman jika tindakan teknis yang tepat diterapkan secara proaktif. Ini juga merupakan solusi adaptasi yang diperlukan dalam konteks perubahan iklim yang semakin kompleks.
Saat membangun rumah kaca, perhatian khusus harus diberikan pada tahap desain. Sistem atap berlapis harus digunakan untuk memfasilitasi sirkulasi udara dan meminimalkan efek rumah kaca. Rangka, jaring, dan lapisan penutup harus dipilih dengan cermat dari segi bahan, struktur, dan daya tahan untuk memastikan semuanya tahan terhadap kondisi cuaca buruk dan bertahan lama.
Selain itu, perlu melengkapi tanaman dengan sistem kontrol cahaya, suhu, dan kelembaban semi-otomatis atau otomatis sepenuhnya, yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap tanaman dan tahap pertumbuhannya. Misalnya, solusi paling sederhana adalah bagi petani untuk menggunakan sistem peneduh panas alami dengan jaring hitam yang menutupi atap untuk mengurangi panas hingga 30-70%.
Lebih modern lagi, petani dapat berinvestasi pada sistem pembuangan panas berbahan logam dan kipas angin. Khusus untuk beberapa tanaman kelas atas seperti anggrek dan lili, sistem pendingin udara dan pengontrol suhu sangat diperlukan, yang mengakibatkan biaya operasional lebih tinggi.
Mengenai prosedur perawatan, perlu menyiram tanaman secara teratur di pagi hari dan sore hari; gunakan sistem irigasi tetes untuk menjaga kelembapan, dan batasi penyiraman dari pukul 10 pagi hingga 3 sore setiap hari untuk menghindari dampak pada sistem akar tanaman…
Sumber: https://baohaiphong.vn/khi-nha-mang-bien-thanh-lo-bat-quai-544080.html








Komentar (0)