
Hutan Ma Da yang hijau memanggil...
Hutan hijau memanggilku, oh hutan hijau memanggilku!
Pada hari terakhir tahun ini, kita kembali ke Ma Da.
Jalan setapak yang berkelok-kelok, angin musim dingin yang menerbangkan dedaunan.
Emas dari parit-parit tua
Angin berbisik di kejauhan, bertanya apakah kau masih mengingatku?
Siapa yang berjaga di hutan, dengan pakaian basah kuyup oleh hujan?
Siapa yang berjaga di hutan di tengah hujan bom dan peluru yang beterbangan?
Siapa yang akan berjaga di hutan sementara para pria pergi berperang malam ini?
Hutan itu memiliki warna hijau yang mempesona.
Susunan pasukan tertulis di cabang-cabang pohon tua.
Orang-orang yang hidup selama seribu tahun, orang-orang yang membentuk hutan untuk melindungi tanah.
Manusia meresapi bumi, dan bumi memelihara hutan hijau.
Kami berdiri di tengah hutan, dan melihat hutan itu menangis.
Air mata menyirami jutaan batu nisan yang tertutup lumut.
Air mata mengalir di atas setiap makam simbolis.
Air mata masih tersisa di atas aroma dupa yang memudar.
Orang tetap awet muda seiring berjalannya waktu.
Pagi ini, kami kembali ke Ma Da di tengah aroma yang harum.
Bunga-bunga liar bermekaran, suara aliran sungai yang gemericik pun merdu.
Lebah liar bersayap cokelat mengajak orang untuk menemukan nektar manis.
Burung Enggang Besar terbang dengan bebas.
Di tengah hutan hijau yang luas, matahari merah bersinar terang.
PN THUONG DOAN
Sumber: https://www.sggp.org.vn/khoanh-khac-cuoi-mua-dong-post837666.html







Komentar (0)