
Setelah proses persiapan yang terkoordinasi dari tingkat pusat hingga daerah, kondisi yang diperlukan pada dasarnya telah terpenuhi. Lebih dari sekadar peristiwa politik penting, ini juga merupakan kesempatan bagi setiap warga negara untuk menjalankan haknya atas pemerintahan sendiri melalui pemungutan suara, menunjukkan tanggung jawabnya kepada negara.
Melihat kembali persiapan Hari Pemilihan Nasional, jelas bahwa seluruh sistem politik terlibat dalam upaya yang terkoordinasi. Di tingkat pusat, Dewan Pemilihan Nasional mengeluarkan 27 dokumen yang diamanatkan secara hukum, bersama dengan banyak resolusi, pedoman, dan instruksi operasional untuk daerah-daerah. Arahan dari Politbiro, Sekretariat, Majelis Nasional , dan Pemerintah diimplementasikan secara menyeluruh, memastikan keseragaman dalam organisasi dan pelaksanaan dari tingkat pusat hingga tingkat akar rumput. Setiap tahapan proses pemilihan, dari konsultasi dan nominasi kandidat hingga pendaftaran pemilih, sosialisasi pemilih, dan persiapan fasilitas untuk hari pemungutan suara, dilakukan sesuai dengan hukum, memastikan transparansi, keterbukaan, dan kepatuhan yang ketat terhadap peraturan.
Pemerintah daerah juga secara proaktif telah menerbitkan ribuan dokumen kepemimpinan dan panduan untuk melayani proses pemilihan, yang menunjukkan keterlibatan sinkron dari seluruh sistem politik. Pembentukan organisasi terkait pemilihan telah dilakukan sesuai dengan peraturan. Secara nasional, telah didirikan 34 panitia pemilihan tingkat provinsi, 3.320 panitia pemilihan tingkat kecamatan, 182 dewan pemilihan Majelis Nasional, 724 dewan pemilihan Dewan Rakyat tingkat provinsi, 22.401 dewan pemilihan Dewan Rakyat tingkat kecamatan, dan 72.191 tempat pemungutan suara.
Proses seleksi personel – langkah penting dalam menentukan kualitas badan terpilih – dilakukan secara ketat, dengan beberapa putaran konsultasi dan pertemuan dengan pemilih di tempat tinggal dan tempat kerja mereka. Daftar resmi 864 kandidat untuk Majelis Nasional ke-16 diumumkan sesuai dengan peraturan, memastikan struktur, komposisi, dan surplus yang diperlukan. Proses verifikasi aplikasi dan evaluasi kualifikasi kandidat dilakukan secara menyeluruh, menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pemilih dan negara.

Menurut statistik, 78.928.647 pemilih (diperbarui per 10 Maret 2026) telah terdaftar di 72.195 tempat pemungutan suara di seluruh negeri. Di setiap tempat pemungutan suara, persiapan telah dilakukan terkait fasilitas, kotak suara, ruang pemungutan suara, rencana keamanan dan ketertiban, keselamatan kebakaran, layanan medis, dan komunikasi. Kampanye kesadaran publik telah dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari siaran radio lokal hingga platform digital, membantu pemilih memahami hak dan tanggung jawab mereka pada hari pemilihan.
Suasana persiapan terlihat jelas di banyak daerah di seluruh negeri. Di Hanoi, misalnya, jalan-jalan dan kawasan perumahan dihiasi dengan indah dengan bendera dan bunga; tempat pemungutan suara diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan fasilitas dan pengaturan upacara. Di Kota Ho Chi Minh, hampir 9,7 juta pemilih telah diverifikasi dan diperbarui dalam daftar pemilih. Ribuan pertemuan dengan pemilih dan diskusi tentang biografi kandidat telah diadakan, memungkinkan pemilih untuk lebih memahami orang-orang yang akan mereka pilih. Angka-angka ini mencerminkan persiapan yang serius dan bertanggung jawab dari semua tingkatan pemerintahan dan organisasi sosial-politik.
Pemilu ini berlangsung di tengah upaya negara untuk terus menyempurnakan sistem hukum sosialis dan menerapkan banyak reformasi dalam struktur organisasinya. Ini adalah kali pertama pemilu diadakan dalam kondisi sistem pemerintahan lokal dua tingkat setelah reorganisasi unit administrasi. Luas wilayah geografis dan jumlah penduduk yang lebih besar menuntut kapasitas perwakilan dan tata kelola yang lebih tinggi. Oleh karena itu, memilih perwakilan dengan kualitas, kemampuan, dan tanggung jawab yang memadai menjadi semakin penting.

Perkembangan baru penting lainnya adalah peningkatan penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam proses pemilihan. Menghubungkan dan mencocokkan daftar pemilih dengan basis data penduduk nasional membantu meningkatkan akurasi informasi. Aplikasi VNeID juga mendukung pemilih dalam mencari tempat pemungutan suara, melacak daftar kandidat, dan bahkan mendaftar untuk mengubah lokasi pemungutan suara jika diperlukan. Kemudahan ini berkontribusi untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan hak pilih mereka, sekaligus mencerminkan kemajuan administrasi digital dalam melayani masyarakat.
Yang terpenting, nilai inti dari pemilihan demokratis terletak bukan pada teknologi atau bentuk organisasi, tetapi pada kepemilikan sejati rakyat. Setiap suara adalah mandat dari pemilih kepada perwakilan mereka di aparatur negara. Melalui pemungutan suara, kekuasaan negara secara konstitusional dan legal dialihkan; pada saat yang sama, hal itu meletakkan dasar bagi mekanisme pengawasan dan akuntabilitas sepanjang masa jabatan. Ketika warga negara sepenuhnya terinformasi, memiliki akses dan dialog dengan kandidat, dan bebas memilih, itu adalah manifestasi nyata dari demokrasi sosialis.

Makna mendalam ini jelas terlihat di wilayah-wilayah unik negara tersebut. Di Zona Khusus Tho Chau, lebih dari 200 km dari daratan utama, lebih dari dua ribu pemilih berpartisipasi dalam pemungutan suara awal dengan antusias dan rasa tanggung jawab. Di kapal patroli perikanan yang bertugas di lepas pantai atau di platform lepas pantai DK1 di landas kontinen selatan, kotak suara juga dibawa masuk agar para perwira, tentara, dan nelayan dapat menggunakan hak-hak sipil mereka. Surat suara yang diberikan di laut atau di pulau-pulau terpencil ini tidak hanya menunjukkan hak rakyat untuk mengatur diri sendiri tetapi juga berfungsi sebagai bukti kedaulatan nasional, yang terkait dengan kehadiran rakyat dan pasukan yang bertugas dalam menghadapi kondisi yang sulit.
Dalam semangat menjamin hak pilih bagi semua warga negara, pemilih tunanetra juga diberikan akses ke materi pemilu dalam huruf Braille dan file audio, serta dibantu untuk sampai ke tempat pemungutan suara. Tindakan-tindakan yang tampaknya kecil ini memiliki arti yang sangat penting, memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tertinggal dalam menjalankan hak konstitusional mereka. Inilah ukuran dari pemilihan yang demokratis dan manusiawi.
Semua faktor ini menyatu untuk menciptakan makna penting Hari Nasional. Setiap suara pemilih, meskipun kecil, membawa bobot tanggung jawab kewarganegaraan. Memilih orang yang tepat, menaruh kepercayaan yang tepat, setiap suara akan berkontribusi dalam membangun Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di semua tingkatan dengan kapasitas dan keteguhan untuk memutuskan isu-isu nasional dan lokal yang penting di masa jabatan baru.

Tanggal 15 Maret 2026 semakin dekat. Dari daerah pegunungan dan dataran hingga daerah perkotaan dan pulau-pulau terpencil, suasana persiapan hari pemilihan telah menyebar luas. Kondisi untuk menyelenggarakan pemilihan pada dasarnya sudah lengkap. Sistem politik sangat fokus untuk memastikan bahwa semua tahapan dilakukan dengan serius, aman, dan sesuai dengan hukum. Namun, keberhasilan pemilihan tidak hanya bergantung pada persiapan lembaga penyelenggara, tetapi juga pada partisipasi setiap pemilih.
Setiap warga negara hendaknya meluangkan waktu untuk pergi ke tempat pemungutan suara, meneliti kandidat secara menyeluruh, mempertimbangkan pilihan mereka dengan cermat, dan memberikan suara mereka. Ini bukan hanya hak tetapi juga tanggung jawab terhadap masa depan negara. Ketika puluhan juta suara diberikan besok, kehendak dan kepercayaan rakyat akan terus ditegaskan, memastikan bahwa kekuasaan negara benar-benar berasal dari dan melayani rakyat.
Sumber: https://baotintuc.vn/thoi-su/la-phieu-va-trach-nhiem-cong-dan-20260314105720346.htm






Komentar (0)