Penis hasil cetak 3D telah ditanamkan pada kelinci dan babi, memungkinkan mereka untuk kawin dan bereproduksi dalam hitungan minggu. Di masa depan, teknologi ini dapat diterapkan pada manusia.
Penis hasil cetak 3D membantu kelinci mendapatkan kembali kemampuan untuk kawin dan bereproduksi - Foto: pbs.org
Sebuah tim peneliti internasional dari Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat telah membuat terobosan signifikan dalam pencetakan 3D organ tubuh, sebuah aspek teknik biomedis yang menarik namun sangat menantang.
Ini adalah model penis cetak 3D pertama di dunia yang dapat membantu hewan dengan masalah penis untuk mendapatkan kembali fungsi-fungsi seperti perkawinan dan reproduksi.
Salah satu tantangan mendasar dalam mencetak organ dari jaringan dasarnya adalah jaringan pembuluh darah. Dalam kasus penis, jaringan pembuluh darah ini memiliki fungsi spesifik untuk menghasilkan ereksi, dengan darah yang berkumpul di korpus kavernosum menyebabkan penis menjadi ereksi.
Menurut IFLScience pada 4 Maret, tim peneliti menggunakan hidrogel untuk mencetak model penis secara 3D, termasuk struktur utama korpus kavernosum dan korpus spongiosum, beserta struktur uretra dan membran putih yang menutupinya.
Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk mempelajari cacat dan karakteristik fungsi normal penis secara in vitro tanpa memerlukan hewan atau manusia. Kerusakan pada tunica albuginea dan corpus cavernosum dapat menyebabkan kondisi patologis.
Secara spesifik, tim ini bertujuan untuk menciptakan model in vitro disfungsi ereksi dan penyakit Peyronie, suatu kondisi fibrosis penis yang disebabkan oleh jaringan parut yang mengakibatkan penis melengkung dan nyeri.
Model hidrogel digunakan untuk mendemonstrasikan bagaimana darah mengalir ke dalam korpus kavernosum, menyebabkan korpus kavernosum membengkak, dan bagaimana sinus kavernosum bertindak sebagai katup untuk memblokir aliran darah, membantu mencapai dan mempertahankan ereksi.
Tim tersebut juga membuat model penis yang dicetak 3D untuk ditanamkan pada kelinci dan babi yang mengalami masalah penis. Dalam beberapa minggu, fungsi ereksi normal pulih, memungkinkan mereka untuk kawin dan bereproduksi.
Penelitian ini membuka kemungkinan aplikasi klinis potensial dari badan kavernosa hasil rekayasa hayati dalam pengobatan cedera penis. Bersamaan dengan itu, penelitian ini juga mendorong aplikasi klinis organ jaringan buatan yang dicetak 3D.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering .
Sumber: https://tuoitre.vn/lan-dau-tien-in-3d-duong-vat-20250305102954574.htm







Komentar (0)