Di kelas berat favoritnya, 49kg, Le Van Cong menunjukkan keterampilan dan kelas sebagai salah satu atlet angkat besi terbaik dunia dengan berhasil mengangkat beban 163kg.

Prestasi ini memberinya medali perak secara keseluruhan, berada di belakang atlet angkat besi A Hadi (Indonesia) dengan angkatan 179kg, sementara medali perunggu diraih oleh Yerbolat Karibay (Kazakhstan) dengan angkatan 157kg.
Turnamen tahun ini bukan hanya tentang memperebutkan medali, tetapi juga merupakan bagian dari sistem perolehan poin yang menentukan kelayakan untuk kompetisi besar seperti Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028.

Le Van Cong berhasil mempertahankan medali emasnya di ASEAN Para Games.
Tim Vietnam yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut terdiri dari lima atlet, dengan Le Van Cong tetap menjadi harapan terbesar di kategori 49kg putra. Meraih medali perak tidak hanya berkontribusi pada pencapaian keseluruhan tim, tetapi juga memberikan dorongan moral yang penting untuk tujuan jangka panjang ke depan.
Tidak puas dengan pencapaian ini, Le Van Cong telah lama dianggap sebagai ikon olahraga difabel Vietnam.
Atlet angkat besi dari provinsi Ha Tinh ini adalah atlet penyandang disabilitas Vietnam pertama yang memenangkan medali di tiga Paralimpiade berturut-turut: medali emas di Paralimpiade Rio 2016, medali perak di Paralimpiade Tokyo 2021, dan medali perunggu di Paralimpiade Paris 2024.
Medali perak di Bangkok sekali lagi menunjukkan ketekunan dan dedikasi atlet angkat besi kelahiran 1984 ini.
Dalam konteks persaingan yang semakin ketat di cabang angkat besi disabilitas regional, prestasi Le Van Cong bukan hanya sumber kebanggaan tetapi juga inspirasi besar bagi generasi muda atlet Vietnam dalam perjalanan mereka untuk menaklukkan prestasi yang lebih tinggi.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/luc-si-le-van-cong-gianh-hcb-chau-a-217644.html








Komentar (0)