Wirtz menolak tawaran Bayern Munich karena ia ingin mencoba peruntungannya di Premier League dengan bermain untuk Liverpool. |
Menurut Kicker, beberapa faktor berkontribusi pada keputusan ini, terutama cara manajemen Bayern menyebut nama Wirtz di media selama beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat pemain muda Jerman itu merasa tidak nyaman.
Ia merasa dirinya berada di bawah tekanan publik yang agak tidak masuk akal. Perhatian media yang tidak diinginkan memaksa Wirtz untuk membatasi kontaknya dengan pers.
Terakhir kali ia memberikan wawancara atau muncul di area pers setelah pertandingan adalah pada pekan-pekan awal musim Bundesliga ini. Talenta muda sepak bola Jerman ini memang tidak pernah tertarik menjadi pusat perhatian media.
Faktor penting lainnya adalah interaksi Wirtz dengan pelatih kepala Bayern, Vincent Kompany. Selama diskusi tersebut, Kompany tidak dapat menyampaikan rencana taktis yang jelas atau menentukan posisi pasti yang diinginkannya untuk Wirtz dalam tim.
Sumber internal Bayern juga mengungkapkan bahwa Wirtz meninggalkan pertemuan dengan Kompany di Munich dengan perasaan bingung. Sebaliknya, setelah menghubungi manajer Liverpool, Arne Slot, Wirtz dengan jelas melihat posisi dan perannya di Anfield jika ia bergabung.
Slot juga membuat Wirtz terkesan dengan visinya yang jelas dan persiapan yang matang untuk para pemain. Namun, fasilitas Bayern saat ini juga gagal meyakinkan Wirtz.
Pusat pelatihan tim Bavaria belum dimodernisasi selama sekitar 30 tahun, yang cukup mengecewakan bagi para pemain. Sebaliknya, kompleks pelatihan Liverpool yang modern dan baru membuat Wirtz sangat terkesan.
Sumber: https://znews.vn/ly-do-wirtz-chon-liverpool-thay-vi-bayern-post1555319.html






Komentar (0)