
Elemen yang sangat diperlukan
Menurut Kementerian Konstruksi, statistik menunjukkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 400 bangunan hijau di seluruh negeri dengan total luas lantai sekitar 10 juta meter persegi. Jumlah bangunan yang bersertifikasi sebagai bangunan hijau dan menggunakan energi secara efisien telah melampaui target yang ditetapkan dalam Keputusan Perdana Menteri No. 280/QD-TTg yang menyetujui Program Nasional Penghematan dan Efisiensi Energi untuk periode 2019-2030.
Berdasarkan Keputusan 280, targetnya adalah memiliki 80 bangunan hijau bersertifikasi hemat energi di seluruh negeri pada tahun 2025, dan 150 pada tahun 2030. Saat ini, jumlah bangunan hijau di Vietnam berada pada tingkat yang relatif rata-rata dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Praktik bangunan hijau telah berkembang secara global sejak tahun 1990-an dan secara bertahap menjadi gerakan dan tren dalam investasi, konstruksi, dan manajemen operasional bangunan di lebih dari 100 negara dan wilayah. Di Vietnam, bangunan hijau pertama kali muncul sekitar tahun 2005-2010. Pada tahun 2023, Vietnam menempati peringkat ke-28 di dunia dalam jumlah bangunan hijau yang dinilai menurut standar LEED untuk penilaian dan sertifikasi bangunan hijau oleh U.S. Green Building Council.
Para ahli industri mengakui bahwa teknologi dan material ramah lingkungan memainkan peran penting dalam mengevaluasi pengembangan bangunan hijau berkelanjutan. Secara khusus, desain fasad hijau merupakan faktor kunci yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan dampak konstruksi terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.
Selain itu, penerapan teknologi hijau pada fasad bangunan tidak hanya berkaitan dengan kualitas estetika arsitektur tetapi juga mendorong penghematan energi yang beragam. Desain fasad yang optimal akan membantu menghemat energi dalam pengoperasian bangunan.
Berbagai solusi konstruksi
Pada lokakarya baru-baru ini yang bertajuk "Solusi Fasad Berkelanjutan untuk Bangunan Hijau," Tim Middleton, Direktur Desain Lingkungan Berkelanjutan di Worklounge 03, mempresentasikan dua solusi desain pasif untuk mengurangi penyerapan panas: menggunakan panel insulasi reflektif di atap, atau menciptakan atap dan dinding hijau untuk mengurangi efisiensi perpindahan panas melalui ruang berinsulasi.
Secara spesifik, desain fasad bangunan didasarkan pada prinsip mengorientasikan bangunan ke arah utara-selatan sedapat mungkin, mengurangi proporsi jendela timur-barat, menghindari sinar matahari langsung melalui jendela atap (menggunakan jendela gedung tinggi sebagai pengganti), menggunakan atap dengan daya pantul tinggi, meningkatkan insulasi atap, peneduhan dan perlindungan matahari, serta menggunakan kaca Low-E/Solar Control atau kaca berlapis ganda.
Desain ini dapat menghemat 20% energi bangunan. Desain pasif sebelum tahap konseptual akan lebih efektif dalam konstruksi dan penggunaan, berpotensi mengurangi konsumsi energi di bangunan hingga 60%, sehingga menghasilkan biaya investasi yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih besar.
Menurut Amos Seah, Manajer Solusi EDGE BOND Senior di Technoform Singapura, statistik awal di Vietnam menunjukkan bahwa kaca mencakup hingga 90% dari sistem bangunan komersial, dan angka ini mencapai 70% di bangunan tempat tinggal. Bingkai aluminium juga menyerap panas dalam jumlah yang signifikan, tetapi tidak ada peraturan khusus yang berlaku. Banyak negara, seperti Singapura, memiliki peraturan ketat mengenai jendela kaca ganda, dengan tingkat penyerapan panas hanya sekitar 2-3%.
Menurut Bapak Seah, solusi untuk mengoptimalkan efisiensi energi bangunan melibatkan penerapan sistem fasad berkinerja tinggi dengan konduksi panas melalui dinding buram, konduksi panas melalui jendela kaca, pengurangan radiasi matahari melalui jendela kaca, dan pengurangan panas pada bingkai dan tepi kaca. Material yang digunakan adalah kaca berlapis DGU multi-lapisan dengan lapisan Low-E dan spacer IGU, yang memiliki efisiensi penyerapan panas yang lebih baik pada permukaan kaca serta bingkai jendela.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/mat-dung-ben-vung-cho-cong-trinh-xanh.html








Komentar (0)