Karya setebal 416 halaman ini, yang terdiri dari 17 monograf, merupakan hasil penelitian yang mencerminkan pendekatan interdisipliner, modern, dan inovatif terhadap isu-isu sejarah dan budaya Vietnam.
Dari perspektif geostrategis, penulis menempatkan Vietnam dalam konteks Asia Tenggara, persimpangan Utara dan Selatan, Timur dan Barat, daratan dan lautan. Posisi ini menjadikan Vietnam sebagai negara yang menghadapi berbagai tantangan dari invasi sekaligus pusat pertukaran dan transformasi budaya yang dinamis. Menurut Profesor Pham Hong Tung, pertukaran inilah yang telah membantu bangsa kita mengumpulkan dan menyempurnakan aspek-aspek terbaik dari budaya manusia, membentuk budaya Vietnam yang kaya, berlapis-lapis, dan abadi. Memasuki era globalisasi dan revolusi industri baru, Vietnam sekali lagi menghadapi peluang dan tantangan dalam berkembang sambil melestarikan identitasnya.

Buku " Menjelajahi Budaya Vietnam: Dari Pendekatan Historis ke Perspektif Kontemporer".
Berdasarkan ideologi Ho Chi Minh dan pedoman Partai tentang peran budaya, penulis memandang budaya tidak hanya sebagai landasan spiritual masyarakat tetapi juga sebagai sumber kekuatan intrinsik dan pendorong pembangunan nasional.
Isi buku ini berfokus pada tiga kelompok utama yang menyajikan penemuan baru penulis tentang budaya Vietnam. Secara khusus, kelompok pertama berfokus pada dua tokoh terkemuka dalam sejarah Vietnam dan dunia modern: Presiden Ho Chi Minh dan Jenderal Vo Nguyen Giap. Dengan menggunakan pendekatan baru, penulis menegaskan bahwa Ho Chi Minh adalah "warga global perintis," yang mempraktikkan motto "berpikir global, bertindak lokal" sejak usia sangat muda, dengan mulus menggabungkan kekuatan nasional dengan kekuatan zaman. Risalah tentang Jenderal Vo Nguyen Giap terus memberikan pencerahan tentang aspek-aspek baru kepribadian dan kecerdasan sang jenderal, sehingga berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang ketahanan Vietnam di abad ke-20.
Kelompok kedua berfokus pada isu-isu inti budaya politik Vietnam—mulai dari aspirasi nasional dan aspirasi pembangunan hingga peran partai penguasa, kesadaran nasional, dan kesejahteraan budaya. Dengan berlandaskan pemikiran Ho Chi Minh, para penulis menekankan peran pendidikan sebagai kekuatan pendorong utama untuk membantu bangsa menghindari tertinggal di era teknologi.
Bagian ketiga merupakan uraian yang kaya tentang budaya modern, di mana penulis menyajikan banyak pesan baru tentang budaya perkotaan, industri kreatif, keamanan budaya, dan dialog antarbudaya. Penulis menekankan bahwa dalam konteks globalisasi yang semakin cepat, keamanan budaya harus dianggap sebagai komponen penting dari keamanan nasional, karena "selama budaya ada, bangsa pun ada." Selain itu, studi tentang kawasan perkotaan disajikan sebagai pendekatan akademis potensial yang dapat berkontribusi dalam membangun fondasi strategi pembangunan berkelanjutan Vietnam.
Yang menarik, karya ini juga memperluas analisisnya ke bidang dialog antarbudaya, dari pertukaran antar generasi dalam masyarakat modern hingga dialog halus yang tersembunyi dalam "Truyen Kieu" karya Nguyen Du atau puisi Nôm karya Ho Xuan Huong. Melalui ini, penulis tidak hanya mengklarifikasi vitalitas budaya Vietnam di masa lalu tetapi juga menegaskan kemampuan adaptasi dan inovasi budaya nasional di dunia modern.
Nguyen Chat (Surat Kabar Tentara Rakyat)
Sumber: https://baocantho.com.vn/mo-rong-chieu-sau-nghien-cuu-van-hoa-dan-toc-a196538.html







Komentar (0)