
Gangguan spektrum autisme semakin diakui dalam masyarakat modern. Namun, kesadaran masyarakat masih dipengaruhi oleh prasangka dan kurangnya empati terhadap individu autis dan keluarga mereka. Banyak kisah pribadi yang diabaikan, emosi dirahasiakan, dan dunia batin unik orang autis tidak dipahami atau didukung dengan baik.
Dengan menciptakan ruang dialog antara seniman, keluarga, profesional, dan komunitas, proyek seni dan pendidikan khusus Spectrum of Silence berfungsi sebagai jembatan untuk mendorong dukungan, pemahaman, dan rasa hormat terhadap perbedaan individu dengan gangguan spektrum autisme.
Melalui bahasa fotografi, para penonton melihat anak-anak dengan gangguan spektrum autisme sebagai "anak-anak yang istimewa." Anak-anak ini tidak melihat dunia seperti yang dilihat orang normal, tidak mendengar seperti yang didengar orang normal, dan tidak bereaksi seperti yang bereaksi orang normal.
Dunia batin seorang anak beroperasi seperti lingkaran tak berujung: cahaya dapat beresonansi sebagai suara, suara dapat menyusut menjadi bentuk, dan emosi dapat mengembun menjadi spektrum warna.

Sementara potret statis NAG Tang Tang membangkitkan emosi yang terfokus melalui mata dan kecanggungan anak-anak—ekspresi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata—NAG Hai Thanh ( seri "Sentuhan" ) dan NAG Nguyen Thanh Hue ( Momen ) mengikuti karakter dalam kehidupan sehari-hari mereka, menggambarkan upaya luar biasa dan puitis anak-anak autis dalam berinteraksi dengan, menerima intervensi pendidikan khusus, dan dunia luar. Fotografi abstrak Nguyen Ngoc Hai, di sisi lain, mengekspresikan refleksi yang tenang dan halus dari individu autis.
Dalam patung " Silent Perspective " karya pematung Lap Phuong, penonton "mendengar" ruang kosong yang dipenuhi kata-kata. Balok batu, kayu, atau logam tersebut tidak menghasilkan suara, tetapi menyampaikan suara melalui tatapan mata.







Setiap foto atau gambar berfungsi sebagai narasi, membangun dan mengungkap, membangkitkan dan merangsang perasaan penonton. Memahami orang dengan autisme bukanlah tentang "menyesuaikan" mereka agar menjadi normal, tetapi tentang memperluas pemahaman kita tentang diri kita sendiri.
Perluas wawasan Anda dan hancurkan batasan pemahaman mengenai konsep "normal," perluas pemahaman Anda tentang sifat manusia, neurodiversitas, dan keragaman eksistensi.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/mo-rong-trai-tim-cung-pho-thinh-lang-post827412.html







Komentar (0)