Menurut Laporan Tren Interaksi Smart TV di Tiongkok tahun 2024 oleh Institut Penelitian Industri Qianzhan, tingkat aktivasi TV di negara tersebut menurun dari 70% menjadi di bawah 30% antara tahun 2016 dan 2022. Pasar TV berwarna di Tiongkok juga mengalami penurunan tajam, dari 50,89 juta menjadi 36,34 juta unit selama periode yang sama.

Ada banyak alasan mengapa orang tidak lagi membeli TV sebanyak dulu. Alasan utamanya adalah teknologi telah mengubah kehidupan manusia. Perangkat seluler seperti ponsel pintar dan tablet secara bertahap menggantikan TV. Menurut beberapa netizen Tiongkok, mereka sudah lama tidak menonton TV, dan beberapa bahkan membiarkan TV mereka berdebu. Banyak keluarga hanya menyalakan TV untuk mendengarkan suaranya.

Menurut para ahli, alasan lain berasal dari para produsen itu sendiri: mereka menciptakan smart TV semata-mata untuk memungut biaya dan menampilkan iklan, tanpa mempertimbangkan bagaimana pengguna akan benar-benar menontonnya.

39et7erh.png
Pengguna harus melalui beberapa langkah rumit jika ingin menonton program di smart TV. Foto: Shutterstock

Televisi pintar menghadirkan banyak masalah yang menjengkelkan selama penggunaannya: mulai dari iklan yang muncul segera setelah dinyalakan/dimatikan hingga struktur biaya keanggotaan yang tidak transparan, penggunaan yang tidak nyaman, dan kurangnya keramahan pengguna bagi lansia…

Bapak Jiang Wuxi, seorang pengguna smart TV, berbagi bahwa setiap kali ia menghidupkan/mematikan TV atau memilih program, ia harus menonton iklan yang berdurasi sekitar 30 detik.

920545ec599ffac1a38e.jpg
Laporan tentang Tren Interaksi Smart TV di Tiongkok pada tahun 2024. Sumber: Institut Penelitian Industri Qianzhan.