Putra Mahkota Kuwait Sheikh Sabah Khaled Al-Hamad Al-Sabah menekankan pada 26 September bahwa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) perlu direformasi untuk "mencerminkan realitas dunia modern" dan menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.
Putra Mahkota Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al-Hamad Al-Sabah, menegaskan dukungan tegasnya kepada rakyat Palestina. (Sumber: AP) |
Menurut Sheikh Sabah, menjaga efektivitas PBB sangat penting, terutama dalam konteks krisis global yang semakin meningkat.
Sheikh Sabah mengatakan tantangan global seperti konflik, kesenjangan, dan ketidakstabilan keuangan membutuhkan solusi "kreatif dan kolektif" dari organisasi-organisasi internasional utama, termasuk PBB. Kuwait meyakini peran Dewan Keamanan yang lebih representatif dan demokratis.
Menegaskan dukungannya yang teguh terhadap rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk negara merdeka, ia juga mengutuk tindakan militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Putra Mahkota menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dan mengakhiri tindakan ilegal Israel di wilayah yang berkonflik dengan Palestina, dengan mengatakan bahwa tindakan militer Tel Aviv terhadap Lebanon mengganggu stabilitas seluruh kawasan dan mengabaikan hukum internasional.
Menghargai peran Arab Saudi dalam meringankan krisis kemanusiaan di Suriah, Libya, khususnya Yaman, ia menyatakan keyakinannya bahwa upaya koalisi yang dipimpin Saudi akan membuka jalan bagi solusi politik untuk memastikan keamanan dan stabilitas di Yaman.
Terkait isu Iran, ia menyerukan Teheran untuk menghormati hukum internasional dan kedaulatan negara-negara tetangga di kawasan, Sheikh Sabah juga menekankan bahwa hubungan damai antara negara-negara Timur Tengah merupakan faktor penting bagi stabilitas di sini.
“Kuwait sepenuhnya mendukung upaya komunitas internasional untuk mengatasi kekhawatiran mengenai program nuklir Iran,” kata Putra Mahkota Kuwait.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/mot-nuoc-trung-dong-keu-goi-cai-to-hoi-dong-bao-an-len-an-hanh-dong-cua-israel-o-khu-vuc-287851.html
Komentar (0)