Membalas:
Kementerian Keamanan Publik menyatakan bahwa Pasal 25 Undang-Undang Kependudukan mengatur “Pemisahan Rumah Tangga” sebagai berikut:
1. Anggota rumah tangga diperbolehkan untuk berpisah dan mendaftarkan tempat tinggal tetap di tempat tinggal resmi yang sama apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
a) Cakap dalam perbuatan perdata secara penuh; dalam hal banyak orang yang mendaftar menjadi KK terpisah untuk membentuk KK baru, maka di antara orang-orang tersebut paling sedikit harus ada satu orang yang cakap dalam perbuatan perdata secara penuh;
b) Dengan persetujuan kepala rumah tangga atau pemilik tempat tinggal resmi, kecuali dalam hal anggota rumah tangga yang mendaftar untuk berpisah adalah suami atau istri yang telah bercerai yang masih diperbolehkan menggunakan tempat tinggal resmi yang sama;
c) Tempat tinggal tetap rumah tangga tersebut tidak tunduk pada ketentuan Pasal 23 Undang-Undang ini.
2. Berkas perpisahan rumah tangga memuat pernyataan informasi perubahan tempat tinggal, yang secara tegas menyatakan persetujuan perpisahan rumah tangga dari kepala rumah tangga atau pemilik sah tempat tinggal, kecuali dalam hal telah ada persetujuan tertulis.
Dalam hal terjadi perpisahan rumah tangga setelah perceraian sebagaimana ditentukan dalam Poin b, Klausul 1 Pasal ini, berkas perpisahan rumah tangga menyertakan pernyataan informasi perubahan tempat tinggal, surat-surat dan dokumen yang membuktikan perceraian dan kelanjutan penggunaan tempat tinggal sah tersebut.
3. Tata cara pemisahan rumah tangga adalah sebagai berikut:
a) Orang yang mendaftarkan diri untuk pemisahan rumah tangga mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Pasal ini kepada instansi pendaftaran tempat tinggal;
b) Dalam waktu 05 (lima) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya berkas yang lengkap dan sah, instansi pencatatan kependudukan bertugas melakukan penilaian dan pemutakhiran informasi mengenai rumah tangga yang terkait dengan pemisahan rumah tangga ke dalam Pangkalan Data Kependudukan dan memberitahukan pemutakhiran informasi tersebut kepada pendaftar; apabila terjadi penolakan penyelesaian pemisahan rumah tangga, maka harus diberikan tanggapan tertulis dengan menyebutkan alasannya.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)