
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah telah mengajukan "proposal final" pada tanggal 1 Mei untuk paket pengambilalihan yang didanai oleh anggaran pemerintah untuk menyelamatkan maskapai penerbangan tersebut dari kebangkrutan total. Namun, karena gagal mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditentukan, persiapan untuk penutupan Spirit Airlines dimulai pada tanggal 2 Mei.
Gagasan tentang dana penyelamatan (bailout) disebutkan oleh Presiden AS pekan lalu, karena maskapai tersebut terus menghadapi proses kebangkrutan untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari dua tahun. Kenaikan tajam harga bahan bakar jet, akibat dampak konflik di Timur Tengah, diyakini telah memperburuk krisis keuangan maskapai tersebut.
Spirit Airlines telah menghadapi kesulitan keuangan yang berkepanjangan sejak pandemi Covid-19, dengan meningkatnya biaya operasional dan beban utang yang terus bertambah. Dari awal tahun 2020 hingga tanggal pengajuan perlindungan kebangkrutan pada November 2024, maskapai ini telah kehilangan lebih dari $2,5 miliar. Pada Agustus 2025, Spirit Airlines mengajukan perlindungan kebangkrutan untuk kedua kalinya, dengan total utang mencapai $8,1 miliar, sementara total aset berjumlah sekitar $8,6 miliar.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/my-hang-hang-khong-spirit-airlines-cham-dut-hoat-dong-post850778.html







Komentar (0)