
Menurut pengumuman CENTCOM tanggal 2 Juni, yang dikutip oleh Anadolu News, kapal tanker minyak berbendera Botswana M/T Lexie sedang berlayar kosong melalui perairan internasional menuju Pulau Kharg ketika pasukan AS mulai mengeluarkan peringatan dan memerintahkan kapal tersebut untuk mengubah haluan. "Awak kapal mengabaikan banyak peringatan dan berulang kali gagal mematuhi instruksi dari pasukan AS selama periode 24 jam. Sebuah pesawat AS akhirnya menetralisir kapal tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin, mencegahnya mencapai Iran."
Serangan itu terjadi di tengah pernyataan Presiden Donald Trump tentang negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran. Dalam unggahan tanggal 2 Juni di platform media sosial Truth Social, pemimpin AS tersebut menyatakan bahwa ia telah mengatakan kepada Iran, "Sudah saatnya, dengan cara apa pun, Anda mencapai kesepakatan. Anda telah melakukan ini selama 47 tahun dan ini tidak bisa berlanjut lebih lama lagi."
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu AS di Teluk dan menutup Selat Hormuz.
AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata pada tanggal 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
CENTCOM mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim ke dan dari pelabuhan Iran pada tanggal 13 April. Menurut CENTCOM, pasukan AS menetralisir enam kapal komersial dan mengalihkan 122 kapal lainnya sementara gencatan senjata dengan Iran terus diterapkan.
Sumber: https://vietnamnet.vn/my-na-ten-lua-hellfire-vao-mot-tau-cho-dau-gan-dao-kharg-cua-iran-2522118.html







Komentar (0)