Jembatan ini akan membentang di Sungai Tumen yang menghubungkan kedua negara.
Rusia dan Korea Utara akan segera mulai membangun jembatan jalan melintasi Sungai Tumen yang menghubungkan kedua negara, kantor berita negara RIA mengutip Duta Besar Rusia untuk Pyongyang Alexander Matsegora.
"Pembangunan jembatan belum dimulai. Para pihak sedang melakukan pekerjaan persiapan, menyelesaikan dokumen desain, membentuk tim konstruksi, dan menyiapkan peralatan," ujar Matsegora. Menurutnya, jembatan jalan raya ini akan memiliki panjang 850 meter dan akan terhubung dengan sistem jalan raya Rusia.
Perusahaan analisis citra satelit Korea Selatan, SI Analytics, mengatakan dalam sebuah laporan pada tanggal 5 Maret bahwa pekerjaan konstruksi pondasi jembatan dan jalan pendekatan tampaknya telah dimulai, tambah Matsegora.
Jembatan itu diharapkan akan menciptakan peningkatan tajam dalam pertukaran ekonomi, sosial dan militer antara Rusia dan Korea Utara, yang akan mengarah pada pelonggaran bertahap sanksi internasional terhadap Korea Utara dan Rusia, menurut laporan tersebut.
Proyek jembatan tersebut disepakati saat kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Korea Utara pada tahun 2024, ketika kedua negara menandatangani perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif.
Jembatan jalan raya tersebut akan dibangun di dekat jembatan kereta api "Friendship" yang sudah ada, yang mulai digunakan pada tahun 1959 setelah Perang Korea.
Menurut media Rusia, dulunya ada jembatan kayu kuno yang melintasi perbatasan pada awal abad ke-20 tetapi jembatan itu hancur.
Komentar (0)