
Menteri Pertahanan Afghanistan Maulvi Mohammad Yaqub Mujahid bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di sela-sela Konferensi Keamanan Internasional Moskow. Foto: United24
Perjanjian tersebut ditandatangani pada tanggal 27 Mei dalam kerangka Forum Keamanan Internasional yang diadakan di Moskow, Rusia. Peristiwa ini semakin menunjukkan upaya Rusia yang dipercepat untuk membangun kemitraan pragmatis dengan rezim Taliban setelah bertahun-tahun menjalin kontak informal.
Di sela-sela forum tersebut, Menteri Pertahanan Afghanistan Mohammad Yaqub bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Federal Rusia Sergei Shoigu. Yaqub menekankan pentingnya hubungan antara Kabul dan Moskow, dan menegaskan bahwa kedua pihak telah secara signifikan memperluas kerja sama bilateral dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Shoigu berpendapat bahwa negara-negara Barat perlu melepaskan aset-aset Afghanistan yang dibekukan, sambil mengakui tanggung jawab atas konsekuensi dari 20 tahun kehadiran militer di negara Asia Tengah tersebut.

Sergei Shoigu, Sekretaris Dewan Keamanan Federal Rusia. Foto: United24
Sebelumnya, pada tanggal 14 Mei di Bishkek, Shoigu menyatakan bahwa Rusia telah membangun "dialog yang efektif" dengan kepemimpinan Taliban. Ia menegaskan bahwa Moskow secara bertahap mengembangkan kemitraan komprehensif dengan Kabul, yang meliputi kerja sama di bidang politik , keamanan, perdagangan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Menurut para pengamat, perjanjian kerja sama militer-teknis biasanya mencakup transfer senjata, lisensi teknologi militer, atau proyek pengembangan pertahanan bersama. Rusia juga merupakan salah satu negara pertama yang secara proaktif mendekati rezim Taliban setelah kelompok tersebut merebut kembali kekuasaan di Afghanistan pada tahun 2021.
Pada Juli 2025, Rusia menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui rezim Taliban di Afghanistan setelah menerima surat kepercayaan dari duta besar Afghanistan yang baru untuk Moskow.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pada saat itu bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama di bidang keamanan, kontra-terorisme, energi, transportasi, pertanian, dan infrastruktur. Langkah ini dipandang sebagai titik balik penting dalam membantu Taliban secara bertahap melepaskan diri dari isolasi internasional, sekaligus mencerminkan strategi Rusia untuk meningkatkan pengaruhnya di Afghanistan dan kawasan Asia Tengah.
Van Binh
Sumber: United24
Sumber: https://baothanhhoa.vn/nga-va-afghanistan-ky-thoa-thuan-hop-tac-quan-su-moi-289177.htm







Komentar (0)