Phan Thi Thuy (kelas 12, suku Dao, Pusat Pendidikan Vokasi - Pendidikan Berkelanjutan Distrik Vi Xuyen) yang berbagi cerita di program tersebut mengatakan bahwa rumahnya berjarak lebih dari 50 km dari sekolah. Orang tuanya adalah petani dan tidak mengerti bahasa Kinh, sehingga Thuy harus tinggal di asrama setiap minggu untuk belajar. Di waktu luangnya saat tidak di kelas, Thuy memanfaatkan waktu untuk pergi ke pasar, membeli sesajen untuk disewa, mengangkut barang sewaan, dan mendapatkan sekitar 50.000 VND/sesi untuk menutupi biaya sekolah, membeli makanan untuk keluarganya, dan membeli pakaian untuk ibunya. "Pada saat yang sama, setiap kali makan di sekolah dibiayai dengan 2.000 VND. Kami hanya makan nasi dengan sup sayur, jadi kami harus berusaha keras untuk meningkatkan kualitas makanan kami dan mewujudkan impian kami untuk kuliah," ujar Thuy.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)