Saat ini, banyak bahan alternatif telah muncul untuk menggantikan keranjang tradisional; namun, berkat keunggulan uniknya dalam desain, kemudahan transportasi, dan bahan yang ringan, keranjang tradisional masih banyak digunakan untuk menyimpan dan mengangkut hasil bumi khas Delta Mekong, terutama buah-buahan. Tetapi untuk berkembang dalam kerajinan ini, penduduk desa beroperasi dengan cara baru. Mereka saling terhubung, dengan setiap keluarga menangani tahap tertentu: beberapa membelah bambu, beberapa membentuk bilah dan pasak, beberapa mengkhususkan diri dalam menenun, beberapa menangani penyelesaian produk, dan beberapa bertindak sebagai perantara untuk input dan output. Dalam perjuangan untuk bertahan hidup saat ini, setiap produk jadi adalah hasil dari upaya gabungan banyak pihak, mulai dari tangan terampil mereka yang membelah bambu, menenun keranjang, merakit tepian, dan mengikat pegangan, hingga pengalaman yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kualitas produk adalah faktor vital, mata pencaharian keluarga dan seluruh desa, sehingga semua orang berusaha untuk menciptakan produk yang paling tahan lama dan indah.
Salah satu orang yang bertindak sebagai penghubung untuk pembelian bahan baku dan pengorganisasian pengolahan adalah Ibu Nguyen Thi Nhung (Ut Nhung). Berkat modal dan pasar yang stabil untuk produknya, saat ini beliau berkontribusi menciptakan lapangan kerja yang stabil bagi puluhan pekerja lokal. Ibu Ut Nhung bercerita: “Penduduk desa telah melakukan pekerjaan ini sejak lama, jadi setiap orang memiliki keahliannya masing-masing. Saya bertindak sebagai penghubung, kemudian mengorganisir para pekerja untuk melakukan setiap tahap proses, dan kemudian merakit semuanya dengan cepat. Setiap 2-3 minggu, ketika kami memiliki jumlah yang cukup, kami menghubungi pedagang untuk mengirimkan barang. Kami masih bisa hidup dari pekerjaan ini, dan saya berharap akan selalu ada pasar sehingga penduduk desa dapat memperoleh penghasilan.”
Di desa kerajinan ini, Ibu Thach Thi Thuy, putri Ibu Tran Thi Mai, melanjutkan tradisi keluarga. Ibu Thuy dan suaminya bertanggung jawab untuk mengasah pasak dasar, langkah penting untuk memastikan keranjang kokoh dan tahan lama; ini juga merupakan langkah terakhir dalam menyelesaikan produk. Setiap hari, Ibu Tran Thi Mai dan suaminya mendapatkan beberapa ratus ribu dong dari pasak yang mereka asah. Bagi Ibu Thach Thi Thuy, ini adalah profesi yang memberikan penghidupan yang stabil jika seseorang rajin, sabar, dan melestarikan kerajinan dengan benar. Ia berbagi: “Kerajinan ini sudah tertanam dalam diri saya, jadi ke mana pun saya pergi atau apa pun yang saya lakukan, ketika saya pulang ke rumah, saya selalu bisa mulai mengasah pasak atau menenun keranjang. Setiap hari, saya mendapatkan penghasilan di sore hari.”
Adapun Ibu Le Thi Anh Thu, yang menangani dekorasi dan pembuatan keranjang, kerajinan anyaman keranjang bambu saat ini merupakan profesi yang menguntungkan, sehingga ia memilih untuk tetap menekuninya. Pekerjaan ini bersifat lokal, sehingga ia memiliki waktu untuk merawat anak-anaknya, yang membuatnya semakin bersyukur dan berdedikasi. Tugas-tugas yang ia lakukan tidak terlalu berat tetapi membutuhkan daya tahan, ketelitian, dan keterampilan. Ia berbagi: "Keranjang memiliki pasar yang stabil, sehingga orang-orang di desa kerajinan memiliki pekerjaan yang stabil."
Menurut statistik, pemasok desa mengirimkan hampir 2.000 keranjang per bulan, dengan setiap pengrajin atau keluarga memperoleh penghasilan antara 200.000 dan 500.000 VND per hari, tergantung pada jumlah produk. Di dusun ini, orang-orang sering berkumpul untuk bekerja di halaman depan, di beranda, di bawah naungan pohon di sepanjang tepi sungai… dan percakapan yang meriah memenuhi sudut pedesaan ini. Cara pembuatan keranjang yang tampaknya tidak teratur ini sebenarnya memperkuat ikatan antar penduduk desa. Semua orang memahami bahwa setiap potongan bambu tipis, setiap pegangan kecil, memiliki nilai khusus. Semuanya harus pas dan seragam, seperti semangat komunitas yang erat dan saling mendukung di saat dibutuhkan. Hal-hal sederhana inilah yang telah menjaga kerajinan anyaman keranjang tidak hanya sebagai mata pencaharian tetapi juga sebagai ingatan budaya yang sangat mengakar di Delta Mekong.
NGOC NHU
Sumber: https://baocantho.com.vn/nghia-tinh-lang-nghe-a204445.html







Komentar (0)