
Para nelayan di komune Tien Trang memanggang ikan sambil melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan produk mereka kepada pelanggan.
Makanan laut segar seperti makarel, tuna, kakap, dan kedidi dibeli langsung dari kapal nelayan di wilayah laut Thanh Hoa . Ikan-ikan tersebut dipilih dan diawetkan dengan cermat untuk menjaga kesegarannya, siap diproses ketika pesanan meningkat menjelang Tết (Tahun Baru Imlek). Di desa Dien, komune Tien Trang, usaha ikan bakar milik Ngo Van Xam beroperasi hampir dengan kapasitas penuh akhir-akhir ini. Meskipun biasanya ia memanggang sekitar 100 kg ikan per hari, produksi meningkat berkali-kali lipat selama Tết.
Jumlah ikan yang lebih banyak berarti jam kerja yang lebih panjang, sehingga nelayan harus selalu berada di dekat api untuk memastikan ikan matang merata dan memenuhi standar kualitas. Selain meningkatkan produksi, fasilitas produksi ikan bakar juga perlu secara proaktif mengamankan bahan baku mereka jauh-jauh hari. Menurut Bapak Ngo Van Xam, ketika permintaan pelanggan tinggi, persiapan sebelumnya merupakan faktor penting.
“Begitu kapal-kapal kembali ke pantai, saya langsung membeli ikannya. Ikan tersebut langsung dibekukan untuk memastikan kesegarannya. Berdasarkan permintaan pelanggan, kami memilah, memproses, dan mengirimkannya kepada semua orang. Selain itu, kami harus bekerja sepanjang waktu untuk memenuhi pesanan pelanggan,” kata Bapak Xam.
Di komune Hoa Loc, suasana seputar persiapan ikan bakar juga ramai. Ibu Nguyen Thi Thuy, pemilik fasilitas produksi ikan bakar yang sudah lama berdiri di daerah tersebut, mengatakan bahwa periode menjelang Tet (Tahun Baru Imlek) adalah waktu tersibuk dalam setahun.
"Biasanya, bengkel saya hanya membutuhkan empat pekerja, tetapi menjelang Tet (Tahun Baru Imlek), jumlah tenaga kerja harus berlipat ganda agar dapat mengikuti jadwal produksi dan mengirimkan barang kepada pelanggan," kata Ibu Thuy.
Menurutnya, permintaan pelanggan di akhir tahun sangat beragam, mulai dari kerapu dan kakap hingga berbagai jenis ikan laut lainnya, tetapi terutama ikan kembung, dengan harga antara 300.000 dan 350.000 VND/kg. Dari pagi hingga larut malam, suara gemericik api arang bercampur dengan tawa dan teriakan orang-orang yang bekerja bersama, menciptakan suasana kerja yang semarak dan hangat di tengah cuaca dingin akhir tahun. Banyak keluarga mengerahkan seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dalam tahapan produksi, mulai dari pengolahan dan pemanggangan ikan hingga pengemasan produk, semuanya bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar.
Untuk menciptakan ikan bakar yang lezat dan berkualitas tinggi, proses produksinya membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail di setiap tahap. Mulai dari pemilihan bahan dan persiapannya hingga pemanggangan dan pengawetan, semuanya harus dilakukan dengan hati-hati. Setelah dibersihkan, ikan diletakkan di atas panggangan arang yang menyala. Aspek terpenting dalam memanggang ikan adalah mengendalikan panas. Koki harus terus memantau api, menyesuaikan arang agar ikan matang merata, tanpa gosong, sambil tetap mempertahankan rasa manis alami daging ikan.
Ibu Tran Thi Hanh, seorang nelayan dari komune Hoa Loc, berbagi: "Musim ini cuacanya dingin, dan berdiri di dekat api terus-menerus menyebabkan kulit di tangan dan wajah kami pecah-pecah. Karena itu, kami selalu harus menutupi diri dan wajah kami untuk mengurangi panas yang dipancarkan dari api. Meskipun pekerjaannya berat, ini adalah salah satu musim bisnis terbesar tahun ini, dan semua orang bekerja tanpa lelah."
Tidak hanya memenuhi kebutuhan di dalam provinsi, berkat kualitasnya yang segar dan rasa alami yang kaya, ikan bakar Thanh Hoa juga banyak dikonsumsi di banyak provinsi dan kota di seluruh negeri. Produk ini juga dijual oleh nelayan di platform media sosial dan situs web e-commerce.
Selain nilai ekonominya , industri produksi ikan bakar juga memiliki makna penting dalam melestarikan dan mempromosikan kerajinan tradisional leluhur mereka. Melalui setiap sajian ikan bakar, masyarakat daerah pesisir Thanh Hoa tidak hanya menyampaikan cita rasa laut tetapi juga kebanggaan, kecintaan pada kerja keras, dan harapan akan tahun baru yang makmur dan damai. Terlepas dari kerja keras dan jadwal yang padat, di bawah cahaya api yang berkelap-kelip menjelang Tết (Tahun Baru Imlek), kegembiraan dan antusiasme masih terlihat jelas di wajah para nelayan yang bekerja siang dan malam.
Teks dan foto: Phuong Do
Sumber: https://baothanhhoa.vn/ngu-dan-do-lua-ngay-dem-chuan-bi-hang-phuc-vu-tet-275508.htm







Komentar (0)