
Sebagai anggota Komite Partai, Ketua Komite Front Desa, dan tokoh yang dihormati di kalangan masyarakat etnis minoritas, Bapak Ly Di Sau selalu sangat menyadari perannya dalam menghubungkan kehendak Partai dengan aspirasi rakyat. Bapak Sau secara aktif menyebarkan dan memobilisasi masyarakat untuk mematuhi kebijakan dan hukum Partai dan Negara; pada saat yang sama, beliau menginspirasi semangat kerja dan produksi yang kompetitif, pembangunan ekonomi, dan upaya bersama dalam membangun daerah pedesaan yang baru. Semangat Bapak Sau yang berprinsip "tindakan lebih penting daripada kata-kata" selalu terlihat; beliau secara proaktif memimpin dalam segala hal yang dilakukannya, memberikan contoh yang dapat dipercaya dan diikuti oleh masyarakat.
Tidak hanya berdedikasi untuk memobilisasi masyarakat, Bapak Sau juga merupakan inovator yang berani dalam pemikiran produksi, mencari arah yang tepat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebelumnya, penduduk desa sebagian besar menanam jagung dengan hasil panen rendah dan efisiensi ekonomi yang buruk, yang menyebabkan banyak kesulitan dalam kehidupan mereka. Menyadari potensi lahan dan permintaan pasar, Bapak Sau mempelopori konversi ke budidaya cabai dan langsung menerapkan model tersebut di pertanian keluarganya agar dapat dipelajari oleh orang lain.
Keluarganya membudidayakan sekitar 2 sao (kurang lebih 2.000 meter persegi) cabai, menghasilkan lebih dari 300 kg per panen, dengan total sekitar 600 kg per tahun. Harga jual berkisar antara 30.000 hingga 40.000 VND per kg, memberikan pendapatan 3-4 kali lebih tinggi daripada pertanian padi atau jagung mereka sebelumnya. Berkat keberhasilan yang nyata ini, banyak rumah tangga di desa tersebut dengan berani mengikuti jejak mereka, secara bertahap meningkatkan pendapatan, memperbaiki standar hidup, dan berkontribusi pada transformasi positif dan berkelanjutan dari struktur ekonomi pertanian lokal.
Secara khusus, Bapak Sau memainkan peran penting dalam memobilisasi masyarakat untuk menyumbangkan tanah guna perluasan jalan pedesaan. Jalan antar-komunitas yang melintasi desa tersebut memiliki panjang lebih dari 2 km dan secara langsung memengaruhi lebih dari 10 rumah tangga. Dalam konteks "setiap inci tanah sangat berharga," memobilisasi masyarakat untuk menyumbangkan tanah menghadapi kesulitan yang cukup besar karena banyak rumah tangga masih ragu dan khawatir tentang hak dan mata pencaharian mereka setelah terkena dampak.

Menghadapi situasi ini, Bapak Sau, bersama dengan cabang Partai dan organisasi massa lainnya, terus-menerus menyebarluaskan dan menjelaskan kepada masyarakat makna dan manfaat jangka panjang dari pelebaran jalan tersebut. Beliau secara pribadi mengunjungi setiap rumah tangga untuk mendengarkan pemikiran dan aspirasi mereka, menjawab pertanyaan, dan menyelesaikan masalah-masalah spesifik. Melalui wibawa dan ketulusannya, Bapak Sau secara bertahap memperoleh konsensus masyarakat. Akibatnya, semua rumah tangga secara sukarela menyumbangkan tanah, memindahkan pagar, dan menebang pohon untuk mempermudah pembangunan, sehingga berkontribusi pada penyelesaian proyek tepat waktu. Jalan yang telah selesai dibangun luas dan terawat dengan baik, tidak hanya mempermudah perjalanan tetapi juga membuka banyak peluang untuk pembangunan ekonomi dan perdagangan bagi penduduk desa.
Menurut para pemimpin setempat, tim tokoh berpengaruh di kalangan komunitas etnis minoritas, termasuk Bapak Ly Di Sau, merupakan kekuatan inti dalam menyebarkan informasi dan memobilisasi masyarakat untuk menerapkan kebijakan dan pedoman, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan program pembangunan pedesaan baru. Mereka telah memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan konsensus sosial, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dengan rasa tanggung jawab, dedikasi, dan prestise yang tinggi di dalam masyarakat, Bapak Ly Di Sau telah memberikan banyak kontribusi praktis bagi pembangunan komprehensif desa Tan Son. Beliau tidak hanya berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendorong pembangunan sosial ekonomi, tetapi Bapak Sau juga merupakan contoh nyata solidaritas dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Tindakan nyata dan gigihnya telah membantu mengubah wajah kampung halamannya, membangun daerah yang lebih makmur dan beradab.
Sumber: https://baoquangninh.vn/nguoi-giu-lua-doan-ket-o-thon-tan-son-3401679.html






Komentar (0)