Dokter Chu Tan Si (kedua dari kanan) dan timnya melakukan operasi otak menggunakan teknologi robot AI.
Berkat teknologi bedah otak dan sumsum tulang belakang robotik AI, banyak pasien telah diselamatkan dan diberikan kehidupan baru.
Dia telah melakukan lebih dari 12.000 operasi neurologis dan kranial dalam 30 tahun terakhir. 100 operasi tumor otak, tumor sumsum tulang belakang, dan stroke hemoragik yang berhasil dalam setahun terakhir berkat robot AI merupakan langkah maju yang penting dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ini adalah operasi bersejarah dalam kariernya.
Lahir dari keluarga dengan delapan anak, ayahnya adalah seorang sopir dan ibunya adalah seorang pedagang pasar. Anak laki-laki yang membantu ibunya mengantar mi di pagi hari dan bersekolah di sore hari ini telah menjadi pakar bedah saraf terkemuka.
Meskipun masa kecilnya sulit, orang tuanya merawatnya dengan baik. Untungnya, sang kakak, seorang dosen kedokteran, membimbingnya untuk mengejar hasrat ini.
Berbicara tentang keuntungan dan kerugian yang didapatnya dari profesi medis, ia berkata: "Kehidupan, kedudukan, dan keluarga yang utuh semuanya didapat dari profesi ini. Saya bertemu dan menikah di rumah sakit, kedua anak saya juga bekerja di profesi medis, menantu perempuan saya juga berprofesi sama, saya telah mendapatkan terlalu banyak."
Soal kehilangan, itu cuma soal waktu. Saya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bekerja, tapi untungnya istri dan anak-anak saya bersimpati dan pengertian.
Dekat dengan rekan kerja, berbagi pengalaman, dan mendukung generasi penerus adalah rutinitas sehari-hari bagi Dr. Chu Tan Si (kanan).
Setelah operasi, Dr. Chu Tan Si selalu memperhatikan dan memantau pemulihan pasien.
Petunjuk bagi pasien untuk berjalan setelah operasi
Kebaikannya selalu disukai pasien seperti keluarga.
Dokter Chu Tan Si memeriksa catatan medis setelah operasi
Selain menghabiskan waktu bersama pasiennya, tenis meja menjadi pilihannya untuk bersantai.
Tuoitre.vn
Komentar (0)