Inggris akan mengirim puluhan ribu personel angkatan laut, marinir, dan udara bersama dengan kapal perang, jet tempur, dan helikopter militer ke Eropa utara.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menghadiri KTT Kerja Sama Pertahanan Pasukan Ekspedisi Gabungan (JEF) di Pulau Gotland, Swedia, 13 Oktober. (Sumber: AP) |
Pada tanggal 13 Oktober, Inggris mengumumkan rencananya untuk meningkatkan kehadiran militernya di Eropa Utara, termasuk mengerahkan 20.000 tentara ke wilayah tersebut tahun depan.
Keputusan London dikatakan ditujukan untuk membantu melindungi infrastruktur penting di saat meningkatnya kekhawatiran tentang tindakan Rusia.
Sebelumnya pada hari itu, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak bertemu dengan rekan-rekannya di KTT Kerja Sama Pertahanan Pasukan Ekspedisi Gabungan (JEF) di pulau Gotland, Swedia, di Laut Baltik.
“Minggu ini kita melihat sekali lagi bahwa keamanan kita tidak bisa dianggap remeh,” tegas Bapak Sunak.
Dalam pernyataan tersebut, London mengatakan akan mengirim 20.000 tentara angkatan laut, marinir, dan udara bersama dengan delapan kapal Angkatan Laut Kerajaan, sekelompok jet tempur, dan helikopter militer untuk membantu mengendalikan dan mencegah ancaman dari Rusia.
Ia mengatakan akan berpartisipasi dalam latihan multinasional berskala besar dan melakukan pelatihan pengawasan udara.
JEF, sebuah kelompok kerja sama pertahanan antara negara-negara Nordik dan Baltik, Belanda, dan Inggris, bertemu beberapa hari setelah pipa gas dan kabel data di Teluk Finlandia rusak akibat "aktivitas asing", yang menimbulkan kekhawatiran keamanan di kawasan Nordik yang lebih luas.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)